POSMETRO MEDAN- Kelakuan Kepala SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Bandar Selamat Medan Tembung, Bedran Junius Reimon Simbolon, dinilai telah 'mengangkangi' perintah Presiden Prabowo yang menginginkan Progam Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan lancar, sehingga kebermanfaatannya benar-benar dapat dirasakan penerima manfaat.
Betapa tidak, Bedran Junius Reimon Simbolon yang diamanahkan untuk memimpin dan mengawasi segala kegiatan di SPPG Bandar Selamat, tidak menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik.
Diantaranya, Bedran tidak pernah memimpin dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan Operasional SPPG, serta tidak pernah merencanakan, mengendalikan, dan mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Dia (Bedran) juga tidak pernah turun ke lapangan, apalagi memberikan Arahan kepadaTim, baik kepada saya, ahli gizi, persiapan, pengolahan, pemorsian, distribusi, administrasi, keuangan, kebersihan, apalagi kepada office boy dan security di sini," keluh M. Ikhsan Nasution, Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Bandar Selamat.
Dengan nada kesal pula, Ikhsan mengaku Bedran bertindak sesuka hati dan seolah tak mau tahu kondisi SPPG yang dipimpinnya.
"Sejak awal operasional tanggal 20 April 2026 sampai sekarang, Bedran tidak pernah menyapa dan membangun komunikasi yang harmonis dengan relawan yang bekerja," sesalnya.
Lanjutnya, Bedran juga tidak pernah menginisiasi rapat mengenai menu, dan hal-hal yang terjadi di lapangan.
"Bahkan, Bedran tak peduli dengan rapat-rapat yang diadakan oleh PIC Yayasan Mutiara Dua Belas. Dia benar-benar tak peduli lah dengan keberlangsungan dapur (MBG) ini," sesal Ikhsan, sembari mengaku peran yang seharusnya menjadi tanggungjawab Bedran, terpaksa dikerjakannya.
Untuk itu, dia berharap kepada Kepala BGN (Badan Gizi Nasional) untuk mengevaluasi Bedran, karena dinilai tidak faham dengan tugas dan wewenang yang diamanahkan kepadanya.
"Ya, kami juga sudah menyurati Kepala (BGN) Regional Wilayah Sumatera Utara, untuk memberikan teguran, dan bila perlu diganti dengan yang lebih memahami tugas dan wewenangnya sebagai Kepala SPPG. Jangan gara-gara dia (Bedran), program yang dibanggakan Presiden Prabowo ini jadi rusak," imbuh Ikhsan, mengakhiri.