POSMETRO MEDAN, Medan - Universitas Negeri Medan (Unimed) menggelar Pembukaan Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2027 Kamis, (6/8/2026) di Aula Gedung Digital Library Unimed. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Musrenbang untuk tahun 2027 yang puncaknya akan dilaksanakan pada 10 – 12 September 2026. Kegiatan ini dilaksanakan guna menyatukan persepsi civitas dalam merancang program prioritas UNIMED yang mengacu pada Transformasi Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045.
Acara Musrenbang ini dibuka secara resmi oleh Rektor Unimed Prof. Dr. Ir. Baharuddin, ST., M.Pd. Turut hadir Ketua Senat Unimed, Wakil Rektor, Sekretaris Senat, Dekan, Direktur Pascasarjana, Wakil Direktur, Wakil Dekan, Kepala Biro, Ketua Lembaga, Kepala UPT, Ketua Jurusan, Ketua Program Studi, Kepala Laboratorium, Bengkel, Studio dan Sanggar, dan Fungsional Pengelola Keuangan di lingkungan Unimed.
Rektor UNIMED dalam sambutannya mengatakan pentingnya penyusunan program yang adaptif, efektif, berbasis data, dan berorientasi pada hasil untuk merespons perubahan cepat di lingkungan pendidikan tinggi, termasuk transformasi digital, perkembangan kecerdasan artifisial, penguatan sumber daya manusia, tata kelola, dan internasionalisasi.
"Setiap program diharapkan tidak hanya berfokus pada penyerapan anggaran, tetapi memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas layanan mahasiswa, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta reputasi UNIMED di tingkat nasional dan internasional," ujar Rektor Prof. Baharuddin.
Setelah membuka kegiatan Rektor memaparkan Program rencana Kerja UNIMED Tahun 2027. Dalam paparannya Rektor menegaskan bahwa penyusunan Program Kerja Tahun 2027 harus selaras dengan kebijakan pembangunan nasional, Renstra Kemdiktisaintek, Indikator Kinerja Utama perguruan tinggi, serta Renstra UNIMED. "Perencanaan diarahkan pada penguatan kualitas lulusan dan sumber daya manusia, peningkatan riset dan inovasi yang berdampak, kontribusi terhadap masyarakat, penguatan tata kelola berintegritas, serta pengelolaan keuangan BLU yang efektif dan akuntabel. Sinkronisasi tersebut diharapkan memastikan setiap program memiliki indikator yang terukur dan mendukung UNIMED sebagai pusat pengembangan inovasi pendidikan, rekayasa industri, dan budaya.(hun)