POSMETRO MEDAN,Medan– Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Ade Jona Prasetyo, SH, MH, MM, menekankan pentingnya kejujuran dan kepercayaan sebagai modal utama dalam meraih kesuksesan.
Menurutnya, kedua nilai tersebut harus menjadi prinsip dalam setiap langkah kehidupan, baik dalam dunia pendidikan, pekerjaan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Hal itu disampaikan Ade Jona saat menggelar kegiatan reses di lokasi YAPIM, Jalan Air Bersih, Kecamatan Medan Kota, Kamis (6/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi, keluhan, dan persoalan yang disampaikan masyarakat.
Ade Jona mengatakan, pembangunan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi salah satu hal penting yang harus mendapat perhatian. Menurutnya, pendidikan harus diperkuat sejak jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas/kejuruan (SMA/SMK), hingga perguruan tinggi.
"Untuk menciptakan SDM yang baik, pendidikan harus menjadi perhatian bersama. Pendidikan harus terus didorong mulai dari SD, SMP, SMA/SMK sampai ke perguruan tinggi," ujar Ade Jona.
Politikus muda Partai Gerindra itu juga menceritakan bahwa dirinya lahir dan besar di Kota Medan. Ia mengaku banyak pengalaman yang membentuk dirinya hingga saat ini, salah satunya adalah pentingnya memegang teguh prinsip kejujuran dan membangun kepercayaan.
"Kejujuran dan kepercayaan adalah modal utama dalam setiap langkah hidup. Kalau kita ingin sukses, kita harus bisa menjaga kepercayaan dan selalu menjunjung tinggi kejujuran," katanya.
Dalam reses tersebut, sejumlah persoalan disampaikan warga kepada Ade Jona. Di antaranya terkait data desil yang dinilai tidak sesuai sehingga menyebabkan sebagian masyarakat tidak mendapatkan bantuan pemerintah.
Warga juga menyampaikan keluhan mengenai besaran SPP di sejumlah SMA Negeri di Kota Medan yang disebut bervariasi, mulai dari Rp150 ribu hingga Rp300 ribu per siswa setiap bulan.
Selain itu, persoalan sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan juga menjadi salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan. Warga turut mengeluhkan tingginya harga kebutuhan pokok, biaya pajak dan listrik, serta persoalan yang dihadapi masyarakat lanjut usia (lansia).