POSMETRO MEDAN,Medan - Universitas Negeri Medan (Unimed) menggelar Kuliah Umum Kepemimpinan dengan tema "Memimpin di Era Mesin Cerdas: Membangun Kepemimpinan Adaptif dan Berkarakter" di Gedung Digital Library Unimed Lantai IV.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Negeri Medan, Prof. Dr. Baharuddin, S.T., M.Pd. Turut hadir Wakil Ketua Senat Universitas Negeri Medan, Prof. Dr. Martina Restuati, M.Si., para Wakil Rektor, Ketua Lembaga, Dekan Fakultas se-Unimed, Direktur Pascasarjana, Sekretaris Senat, para Wakil Dekan, Wakil Direktur Pascasarjana, Ketua Jurusan, serta Ketua Program Studi se-Unimed.
Kuliah umum tersebut menghadirkan narasumber Dr. Hironymus Godhang, M.Si., (Widya Utama BPSDM Provsu)
Ketua Panitia, Dr. Osberth Sinaga, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan tinggi.
"Kehadiran mesin cerdas bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan sebuah peluang yang harus kita pahami dan manfaatkan secara bijaksana," ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperluas wawasan, bertukar pengalaman, sekaligus memperkuat komitmen dalam membangun kepemimpinan akademik yang adaptif, inovatif, dan tetap berkarakter.
Menurutnya, berbagai pemikiran dan pengalaman yang disampaikan narasumber diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh peserta, khususnya para dosen pengampu mata kuliah Kepemimpinan di Unimed. Hal tersebut penting untuk mempersiapkan mahasiswa sebagai lulusan Unimed agar mampu menghadapi berbagai tantangan masa depan di era digital.
Dalam sambutanya saat membuka acara Rektor Unimed, Prof. Dr. Baharuddin, S.T., M.Pd., menyampaikan bahwa perkembangan kecerdasan buatan dan teknologi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan tinggi.
"Di tengah perubahan yang begitu cepat, kita tidak hanya dituntut untuk mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga memastikan bahwa nilai-nilai kemanusiaan, etika, integritas, dan karakter tetap menjadi fondasi utama dalam setiap proses pembelajaran," ungkapnya.
Lebih lanjut, Prof. Baharuddin menegaskan bahwa tema yang diangkat dalam kuliah umum tersebut sangat relevan dengan tantangan kepemimpinan yang dihadapi saat ini. Menurutnya, kepemimpinan di era AI tidak sekadar berkaitan dengan kemampuan menguasai teknologi, tetapi juga kemampuan untuk beradaptasi, berpikir kritis, mengambil keputusan secara bijaksana, serta menginspirasi peserta didik.