POSMETRO MEDAN, Medan-- Aksi Saling dorong tak terhindar saat sejumlah mahasiswa Universitas Darma Agung lakukan aksi demonstrasi terkait nasib mereka, Jumat (28/8/2026). Mereka protes akibat akreditasi UDA yang dicabut oleh BAN PT awal Juli 2026 silam.
Para mahasiswa teriak soal kejelasan status mereka. Mahasiswa juga meminta pihak rektorat segera menerbitkan surat pindah perguruan tinggi, agar mereka bisa selesaikan perkuliahan di kampus lain.
"Ini bukan tentang kita. Ini tentang orangtua kita di kampung yang susah payah mencari uang untuk biaya kuliah kita," ujar salah seorang mahasiswa yang menjadi orator saat aksi demo di Kampus UDA.
Pada dasarnya, mahasiswa menolak biaya-biaya yang dibebankan pihak rektorat kepada mereka setelah Yayasan Perguruan Darma Agung (YPDA) berpolemik.
"Kami jelas menolak uang Rp2 juta yang diminta pihak kampus," ucap orator.
Mahasiswa menuntut Rektor keluar kampus, menerima aspirasi mahasiswa yang sedang menggelar aksi demo di depan kampus.
"Rektor, keluar kau.. Jangan sembunyi di dalam," teriak mereka.
"Pihak Rektorat gak mau bertanggungjawab. Mahasiswa disuruh bayar tapi gak ada juga hasilnya," ujar salah seorang mahasiswa yang enggan menyebutkan namanya.
Ironinya, pihak Rektorat tak satupun hadir dan menenangkan para mahasiswa yang beraksi.
"Kami tadi sudah menghadap pihak Rektorat, ngomong baik-baik, tapi belum ada juga solusinya. Makanya, kami demo sekarang," paparnya.