POSMETRO MEDAN- Perkumpulan Alumni Institut Teknologi Medan (PA ITM) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV yang dibuka Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Medan, Benny Iskandar, ST, MT dan dirangkai dengan diskusi publik di Dubay Room, Hotel Madani, Medan, Sabtu (29/8/2026).
Mengusung tema nasional yang cukup krusial, "Apakah ITM Bisa Kembali?", agenda ini menghadirkan jajaran pakar, akademisi, serta praktisi yang juga merupakan alumni kampus teknik legendaris di Sumatera Utara (Sumut) tersebut.
Diskusi publik yang berlangsung interaktif itu dimulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB dipandu Ir. Muhammad Fadlan Siregar ST, MT.
Menurut Ketua PA ITM Kota Medan Ahmad Syah Fitri ST, kegiatan dihadiri Pengurus DPN, DPD dan DPC alumni yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan alumni dari luar negeri. Kegiatan bertujuan meningkatkan silaturahmi dan koordinasi yang selama ini telah berjalan dengan baik antara sesama alumni.
"Selain itu, tentunya mencari solusi terbaik agar ITM bisa segera kembali hadir untuk menampung anak bangsa yang memiliki talenta di bidang teknologi," sebutnya, Senin (31/08/2026).
Dikatakannya, kegiatan menghadirkan tiga narasumber yang cukup berkompeten untuk membedah berbagai sudut pandang akademis, yuridis, dan teknis terkait potensi pengaktifan kembali ITM. Ketiganya yakni Dr. Indra Gunawan Purba, S.H., M.H (Dosen Fakultas Hukum UISU), Dr. Ir. Herri Trisna Frianto, S.T., M.T (Dosen Politeknik Medan, BPH Yayasan ATC, serta Alumni Teknik Elektro ITM) dan Bobby Umroh, S.T., M.T., Ph.D (Akademisi UMA, Praktisi, serta Alumni Teknik Mesin ITM).
Menurut Ahmad Syah Fitri, dalam pemaparannya para narasumber menyoroti peta jalan strategis serta tantangan yang harus diselesaikan para pemangku kepentingan (stakeholders) dan alumni agar eksistensi Institut Teknologi Medan dapat dibangkitkan kembali di kancah pendidikan tinggi Indonesia.
"Hal ini berkaitan dengan kebutuhan teknologi yang semakin tinggi. Apalagi alumni ITM banyak tergabung dalam industri strategis seperti perkebunan, infrastruktur dan pertambangan. Hal ini menjadi harapan bagi semua alumni agar genre teknologi yang dimiliki ITM di masa lalu tetap bisa dihadirkan kembali para alumni," tuturnya.
Selain diselenggarakan secara tatap muka (luring) dengan menerapkan ketertiban agenda, lanjutnya, acara juga dilaksanakan langsung melalui Live Streaming untuk memfasilitasi partisipasi ribuan alumni ITM yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia maupun luar negeri.
"Rangkaian Munas IV PA ITM ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi solid antar-alumni untuk mengawal kejayaan almamater ITM ke depannya. Tentunya dengan harapan ITM segera kembali," pungkasnya.(anton)