POSMETRO MEDAN,KARO - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, kunjungi lokasi pengungsian warga terdampak erupsi Gunung Sinabung di Desa Sukatepu, Kabupaten Karo, Selasa (1/9) sore.
Kunjungan Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Menurut Bobby Nasution, evakuasi warga menjadi prioritas utama pemerintah, terutama masyarakat yang berada di wilayah dengan radius berbahaya berdasarkan rekomendasi Badan Geologi.
Menurutnya, terdapat dua desa yang menjadi perhatian utama untuk dilakukan evakuasi. Salah satunya Desa Kuta Tengah, yang sebagian warganya kini telah berada di lokasi pengungsian.
"Yang paling utama kan mengevakuasi warga. Tadi disampaikan dari Badan Geologi, ada dua desa yang paling diutamakan, yang sangat masuk radius kalau terjadi erupsi. Salah satunya Desa Kuta Tengah," ujar Bobby Nasution.
Dimana, sekitar 280 warga Desa Kuta Tengah telah berada di tempat pengungsian. Sehingga, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan fasilitas dasar seperti tempat tidur, air bersih, toilet hingga makanan tersedia dengan baik.
"Kita pastikan yang di sini fasilitasnya dulu. Kita tidak ingin masyarakat yang mengungsi merasa tidak nyaman, kemudian tiba-tiba langsung kembali ke rumah," sambung Bobby.
Menurutnya, pihaknya juga menanggapi keluhan warga yang mengaku sempat menunggu beberapa jam setelah meninggalkan rumah tanpa mendapatkan makanan maupun minuman.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara siap menyuplai kebutuhan para pengungsi, termasuk makanan dan air bersih. "Kami dari provinsi datang ke sini bukan mau hanya lihat-lihat. Apa yang dibutuhkan silakan sampaikan, kami akan support. Makanan sudah kami siapkan, air bersih juga kami bawa," beber Bobby.
Kondisi pengungsi kali ini berbeda dengan korban bencana yang rumahnya telah hancur. Sebagian warga yang mengungsi masih memiliki rumah, sehingga potensi untuk kembali ke kediaman masing-masing cukup tinggi. "Karena itu, pemerintah harus memastikan kebutuhan pokok selama berada di pengungsian tetap terpenuhi. Tidak bisa senyaman di rumah sendiri, tapi jangan kebutuhan pokoknya ketika mereka pindah ke tempat pengungsian justru hilang total. Seperti makan, tempat tidur dan tempat istirahat," jelas Bobby.