" Kisah Kita " jadi Pembuktian Duet Guru MAN 3 Lolos Final PIDI 2026 EdTech

Evi Tanjung - Jumat, 04 September 2026 09:52 WIB
ist
Duet Ahmad Suhendra Sembiring, S.Kom., dan Andy Syahputra, S.Kom.,semoga berjaya di PIDI 2026, demikian doa warga MAN 3 Medan

POSMETRO MEDAN, Medan — Dua guru MAN 3 Medan, Ahmad Suhendra Sembiring, S.Kom., dan Andy Syahputra, S.Kom., berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan lolos ke babak final ajang Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) 2026 yang diselenggarakan bersama Bank Indonesia, Digdaya, dan Hackathon.

Perlombaan yang dimulai pada awal Juni 2026 tersebut diikuti sekitar 2.000 tim dari berbagai daerah dan latar belakang peserta. Setelah melewati rangkaian seleksi, tim MAN 3 Medan berhasil menjadi salah satu dari 80 tim yang melaju ke babak final. Babak final PIDI 2026 akan dilaksanakan pada 24 September 2026 di Jakarta.

Ajang PIDI 2026 mempertandingkan peserta dalam dua kategori, yaitu kategori profesional dan kategori mahasiswa. Dari sekitar 2.000 tim yang mendaftar, sebanyak 800 tim berhasil lolos pada tahap pertama. Seleksi kemudian berlanjut hingga menyisakan 480 tim pada tahap kedua, sebelum akhirnya 80 tim dinyatakan lolos ke tahap ketiga sebagai finalis.

Keberhasilan Ahmad Suhendra Sembiring dan Andy Syahputra melewati ketatnya proses seleksi tersebut menjadi capaian yang membanggakan bagi MAN 3 Medan.

Dalam kompetisi tersebut, kedua guru MAN 3 Medan memperkenalkan inovasi bernama "Kisah Kita". Inovasi ini merupakan infrastruktur EdTech phygital yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman pembelajaran yang lebih interaktif dengan memadukan perangkat fisik dan teknologi digital.

"Kisah Kita" menggabungkan interaksi fisik melalui kartu Internet of Things (IoT) berbiaya rendah dengan kecerdasan generatif Google Gemini 3.1 Flash berbasis cloud. Inovasi tersebut dikembangkan sebagai salah satu solusi untuk mengatasi pembelajaran yang identik dengan kebosanan siswa.

Melalui "Kisah Kita", siswa tidak lagi ditempatkan hanya sebagai pembaca atau penerima informasi secara pasif. Kartu IoT digunakan sebagai media interaksi fisik yang terhubung dengan sistem digital sehingga siswa dapat berinteraksi secara lebih aktif dengan materi pembelajaran. Teknologi kecerdasan generatif kemudian mendukung penyajian pengalaman belajar yang lebih dinamis dan kontekstual.

Konsep tersebut mendorong siswa untuk menjadi ko-kreator sejarah yang kritis sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir, berinteraksi, dan memahami materi secara lebih mendalam.

Capaian kedua guru tersebut mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Kepala MAN 3 Medan, Dr. H. Burhanuddin, M.Pd. Ia menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan Ahmad Suhendra Sembiring dan Andy Syahputra yang mampu membawa inovasi madrasah hingga ke babak final tingkat nasional.

"Kami sangat bangga atas capaian tim MAN 3 Medan. Kami memberikan dukungan penuh dan berharap tim dapat memperoleh hasil terbaik pada babak final," ungkapnya. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa guru madrasah mampu berinovasi dan menghadirkan solusi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi.



Tag:

Berita Terkait

Medan

Kebakaran Pabrik Sabun di KEK Sei Mangkei, 3 Karyawan Tewas, Begini Kronologisnya

Medan

Duh! Oknum Sekuriti Ditangkap Edarkan Ganja, 3 Ons Barbut Disita

Medan

Monitoring PKK di STM Hilir, Perkuat UP2K, PHBS dan IVA Test

Medan

Warga Dusun Rejo dan Abadi Tandem Hilir II Kini Nikmati Jalan Beraspal

Medan

Sumut dapat Rp 4,8 M untuk Masjid dan Mushalla Terdampak Bencana Tahun 2025

Medan

LMP MBG Pastikan Standar Menu dan SOP Badan Gizi Nasional Terpenuhi