POSMETRO MEDAN- Universitas Katolik Santo Thomas (UNIKA Santo Thomas) Medan memasuki babak baru kepemimpinan setelah Dr. Pulumun Peterus Ginting, S.Sn., M.Sn. resmi dilantik sebagai rektor untuk periode 2026–2030.
Pelantikan berlangsung Rabu, 2 September 2026 bertempat di Aula Magna Lantai 3 Perpustakaan UNIKA Santo Thomas Medan. Dr. Pulumun Peterus Ginting menggantikan Prof. Dr. Maidin Gultom, S.H., M.Hum., yang sebelumnya mengemban amanah sebagai Rektor untuk periode 2022–2026.
Rangkaian pergantian kepemimpinan diawali dengan perayaan Misa di Kapel St. Pius. Misa tersebut menjadi bagian penting dalam proses pelantikan sekaligus menegaskan karakter kepemimpinan di lingkungan perguruan tinggi Katolik yang ditempatkan sebagai sebuah bentuk pelayanan.
Prosesi pelantikan dihadiri sejumlah unsur penting, di antaranya Pengurus Yayasan Santo Thomas, Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara, pimpinan universitas, para dekan, serta jajaran lembaga dan divisi di lingkungan UNIKA Santo Thomas.
Dalam pidato perdananya sebagai rektor, Dr. Pulumun Peterus Ginting menyampaikan komitmennya untuk membangun pola kepemimpinan yang terbuka dan partisipatif.
Dia menekankan pentingnya kesediaan untuk mendengarkan, membangun dialog, serta memperkuat sinergi di antara seluruh elemen universitas.
Menurutnya, --seperti disiarkan dalam sebuah postingan anonim facebook @Batak center yang terlihat POSMETRO MEDAN Selasa 8 September 2026-- kemajuan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pimpinan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan dan kerja sama seluruh sivitas akademika.
Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlangsung cepat, kepemimpinan UNIKA Santo Thomas juga diharapkan tetap berpegang pada identitas dan nilai-nilai Katolik. Nilai tersebut menjadi landasan dalam menjalankan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pelayanan kepada Gereja.
Pergantian rektor kali ini juga memiliki makna tersendiri karena digambarkan sebagai "estafet karya lintas generasi".
Semangat itu terinspirasi dari Kitab Suci, khususnya ungkapan, "Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan."