POSMETRO MEDAN, Medan--Penghijauan di kawasan pesisir Medan Belawan tidak bisa dilakukan sekadar dengan menanam pohon sebanyak-banyaknya.
Kondisi lingkungan yang dipengaruhi rob, salinitas, genangan, angin, tanah padat hingga keterbatasan ruang akar membuat pemilihan jenis pohon dan lokasi penanaman menjadi faktor penting agar program penghijauan benar-benar berkelanjutan.
Hal itu terdengar dalam Pelatihan Penghijauan dan Penanaman Pohon Berbasis Masyarakat yang digelar Baitulmaal Muamalat (BMM) sebagai mitra pelaksana PT Pelindo Regional 1 di Kantor Camat Medan Belawan, Rabu (9/8/2026).
Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU), Onrizal, Ph.D., yang menjadi narasumber dalam kegiatan itu, menekankan bahwa keberhasilan penghijauan tidak semata-mata diukur dari jumlah bibit yang ditanam.
"Ukuran keberhasilan bukan berapa batang yang ditanam hari ini, melainkan berapa pohon yang tiga tahun lagi masih hidup, sehat, stabil, tidak mengganggu infrastruktur, dan benar-benar berfungsi," ujar Onrizal.
Menurutnya, penanaman pohon di kawasan pesisir harus menerapkan prinsip right tree, right place, right care. Artinya, karakteristik tapak harus dikenali terlebih dahulu, kemudian ditentukan fungsi yang dibutuhkan sebelum memilih jenis pohon yang sesuai.
Sejumlah faktor yang harus diperiksa antara lain kondisi drainase, paparan rob dan garam, ruang tumbuh akar, jaringan utilitas, kondisi tanah, hingga jarak pandang pengguna jalan.
"Belawan bukan tapak jalan biasa," kata Onrizal.
Ia menjelaskan, panas dari aspal dan beton, tanah yang padat, ruang perakaran terbatas, terpaan angin, genangan dan banjir pesisir dapat memberikan tekanan terhadap tanaman secara bersamaan.