UINSU Medan Gelar Sosialisasi PPKS

Maba Diminta Speak up Jika Melihat, Mendengar, ataupun Mengalami Tindak Kekerasan Seksual

Evi Tanjung - Kamis, 17 September 2026 15:58 WIB
ist
UINSU menggelar sosialisasi intensif bagi ratusan mahasiswa baru 2026 yang bertajuk: “Kenali, Cegah, dan Berani Bertindak untuk Mewujudkan Kampus UINSU Medan yang Aman dan Bebas dari Kekerasan Seksual”, di Gelanggang Mahasiswa Kampus I UINSU,

POSMETRO MEDAN, Medan - Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan menegaskan komitmen kuatnya dalam memberantas segala bentuk kekerasan di lingkungan civitas akademika. Melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) dan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), UINSU menggelar sosialisasi intensif bagi ratusan mahasiswa baru (Maba) 2026 yang bertajuk: "Kenali, Cegah, dan Berani Bertindak untuk Mewujudkan Kampus UINSU Medan yang Aman dan Bebas dari Kekerasan Seksual", di Gelanggang Mahasiswa Kampus I UINSU, Jalan IAIN, Medan.

Sosialisasi ini dihadiri oleh Kasubdit I Direktorat Reserse (Ditres) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut), Kompol. Efriyanti, SH., MH yang menjadi narasumber, Kasubdit II Ditres PPA dan PPO Polda Sumut, AKBP. Ramauli Tampubolon, SH., MH, Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PGSA) UINSU Medan, Fitri Hayati, SE., MA, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UINSU Medan, Dr. Muhammad Jailani, S.Sos., MA, serta para dosen UINSU Medan.

Mengawali kegiatan oleh Ketua Panitia Pelaksana Sosialisasi sekaligus Koordinator Divisi Penanganan dan Advokasi Satgas PPKS UINSU Medan, Dr. Tetty Marlina Tarigan, SH., M.Kn dalam sambutannya bahwa rangkaian kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan seksual dirancang secara sistematis ke dalam dua sesi terpisah untuk merangkul mahasiswa di lokasi kampus yang berbeda.

"Sosialisasi ini dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung hari ini bagi mahasiswa baru di lingkungan Kampus II UINSU Pancing dengan jumlah sekitar 350 peserta lebih. Sementara sesi kedua akan berlanjut esok hari di Kampus IV Tuntungan dengan menghadirkan sekitar 150 perwakilan mahasiswa baru," papar Dr. Tetty

Ia menambahkan, tujuan utama dari sosialisasi ini adalah mengedukasi Maba UINSU Medan sejak dini terkait keberadaan Satgas PPKS di UINSU Medan serta mekanisme pencegahan dan alur penanganan apabila terjadi kasus kekerasan seksual di lingkungan perkuliahan. Menurutnya, mahasiswa UINSU Medan berhak mendapatkan ruang belajar yang aman serta mengetahui secara pasti dimana harus melapor jika menghadapi atau menyaksikan insiden kekerasan seksual di kampus.

Senada dengan itu, Ketua Satgas PPKS UINSU Medan, Dr. Muhammad Jailani, S.Sos., MA, dalam sambutannya menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi fondasi penting bagi proses adaptasi Maba UINSU Medan. Ia menekankan pentingnya pembudayaan antikekerasan yang dimulai dari mengenali bentuk-bentuk kekerasan seksual yang kerap kali tidak disadari oleh masyarakat umum.

"Mahasiswa baru UINSU Medan harus memahami dan tahu terlebih dahulu apa itu kekerasan seksual, yang mungkin selama ini dianggap bukan bagian dari kekerasan seksual. Setelah mengetahui, mahasiswa harus mampu mencegahnya, baik menjaga diri sendiri maupun mencegah secara komunal di lingkungannya agar tidak menjadi korban ataupun menjadi pelaku," tegas Dr. Jailani.

Dr. Jailani juga merefleksikan sejarah panjang UINSU Medan sejak masih berstatus IAIN di era tahun 1973 hingga beralih status menjadi UIN pada 2014. Di tengah perjalanan tersebut, tantangan kasus kekerasan seksual masih menjadi dinamika yang harus dihadapi dengan ikhtiar nyata dan kerja sama berkesinambungan.

"Forum ini memberi ruang agar adik-adik tahu langkah apa yang harus dilakukan jika mengetahui ada kasus atau jika mengalami sendiri. Kita ingin bergerak bersama sebagai satu gerakan sosial sivitas akademika UINSU Medan untuk menekan dan memangkas angka kekerasan seksual sampai ke titik nol (zero cases), khususnya di ranah Tri Dharma Perguruan Tinggi—baik dalam pendidikan, penelitian, maupun pengabdian masyarakat," serunya.

Acara sosialisasi secara resmi dibuka oleh Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UINSU Medan, Fitri Hayati, SE., MA dalam arahannya bahwa fase pendidikan tinggi merupakan gerbang kehidupan baru yang sangat berbeda dengan jenjang sekolah sebelumnya. Perbedaan atmosfer inilah yang mendasari pentingnya pembekalan agar tercipta suasana belajar yang tidak hanya aman, namun juga nyaman secara psikologis.



Tag:

Berita Terkait

Medan

Sat lantas Polres Dairi Sapa Anak TK Kemala Bhayangkari, Kenalkan Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini

Medan

Satresnarkoba Polres Batu Bara Ungkap 2 Kasus Sabu, Amankan 3 Tersangka

Medan

Polsek Tigapanah Sosialisasi Pencegahan Karhutla dan Pembentukan Warga Peduli Api

Medan

2 Terduga Pelaku Begal Berkelewang Ditangkap, 2 Rekannya Diburu Polisi

Medan

Tim RB ZI Unimed Selenggarakan Kegiatan Penyelarasan Dokumen LKE ZI Bersama TPSK DIKTI

Medan

Polisi Selidiki Warga Desa Lumut Maju yang Ditemukan MD di Tapteng