POSMETRO MEDAN,Medan — Penyaluran bantuan sosial (Bansos) berupa beras sebanyak 30 kilogram per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di KelurahanHelvetia, Kecamatan Medan Helvetia, menjadi perhatian sejumlah warga.
Sorotan tersebut terutama berkaitan dengan akurasi data penerima bantuan yang dinilai perlu terus diperbarui dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat di lapangan.
Salah seorang warga Blok 8 Perumnas Helvetia berinisial DS mengungkapkan, bahwa dirinya tercatat sebagai penerima bantuan. Namun, menurut keterangannya, bantuan tersebut belum diterimanya setelah sebelumnya diminta menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) oleh Kepala Lingkungan (Kepling) 9, Sutan.
DS juga menyampaikan adanya sejumlah warga yang berdasarkan pengamatannya memiliki kondisi ekonomi relatif baik namun masih tercatat dalam daftar penerima bantuan. Sementara itu, terdapat pula warga yang dinilainya membutuhkan bantuan tetapi belum tercantum sebagai penerima.
"Saya memiliki data dan dapat menunjukkan adanya warga yang menurut saya layak menerima bantuan, tetapi belum mendapatkannya. Di sisi lain, terdapat pula pensiunan ASN yang tercatat sebagai penerima bantuan," ujar DS.
Selain mempertanyakan akurasi data penerima, DS berharap mekanisme pembagian kartu barcode dapat disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
Ia juga mengusulkan agar dilakukan verifikasi dan validasi kembali terhadap data penerima sehingga penyaluran bantuan dapat semakin tepat sasaran dan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.
Menanggapi hal tersebut, Kepling 9 Perumnas Helvetia, Sutan menjelaskan bahwa permintaan KTP dilakukan untuk mencocokkan identitas warga dengan data penerima bantuan.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari proses pencocokan data dan bukan dimaksudkan untuk menghambat masyarakat dalam memperoleh bantuan.
Sutan juga membantah adanya penahanan kartu barcode sebagaimana menjadi perhatian warga.