POSMETRO MEDAN–Medan, Komitmen menjaga kelestarian warisan budaya sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat terus ditunjukkan Pemerintah Kecamatan Medan Selayang. Hal ini tercermin melalui kunjungan Camat Medan Selayang, Muhammad Husnul Hafiz Rambe, S.STP., M.AP., bersama Kapolsek Sunggal, AKP M. Ainul Yaqin, S.I.K., M.H., ke Rumah Adat Karo Garista di Jalan Bunga Herba 5, Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang, Rabu (21/10/2026).
Kunjungan yang turut didampingi Lurah Sempakata tersebut menjadi momentum untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya masyarakat Karo sekaligus memperkuat sinergi antara unsur pemerintahan, kepolisian, dan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal.
Keberadaan Rumah Adat Karo Garista dinilai memiliki makna penting sebagai bagian dari warisan budaya yang merepresentasikan identitas, sejarah, serta nilai-nilai luhur masyarakat Karo. Lebih dari sekadar bangunan tradisional, rumah adat merupakan simbol kekayaan budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Melalui kunjungan ini, Pemerintah Kecamatan Medan Selayang juga ingin menumbuhkan kesadaran bersama bahwa pelestarian budaya bukan semata menjadi tanggung jawab masyarakat adat, melainkan membutuhkan perhatian dan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Selain menjadi sarana pengenalan budaya, kegiatan tersebut sekaligus mempererat komunikasi dan hubungan harmonis antara pemerintah kecamatan, jajaran kepolisian, serta masyarakat setempat.
Sinergi lintas unsur ini diharapkan semakin memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga keharmonisan sosial, menghargai keberagaman, serta merawat kekayaan tradisi yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.
Pemerintah Kecamatan Medan Selayang berkomitmen untuk terus mendorong kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan wilayah.
Dengan semangat kolaborasi, warisan budaya diharapkan tidak hanya tetap terjaga secara fisik, tetapi juga terus hidup melalui pemahaman, penghargaan, dan keterlibatan generasi penerus.
Langkah ini sekaligus sejalan dengan semangat Medan untuk Semua, yang menempatkan keberagaman budaya sebagai kekuatan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berkelanjutan.(ATN)