Mahasiswa FE Unimed ‘Dipaksa Bayar’ Ikut Seminar Internasional “Aba-abal”, Rektorat Membantah

Administrator - Kamis, 29 Oktober 2026 13:22 WIB
ist

POSMETRO MEDAN, Medan -Sejumlah mahasiswa semester akhir Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan (Unimed) merasa diduga dipaksa membayar sejumlah uang dan mengikuti seminar internasional IECES tertanggal 28 Oktober 2026.

Kepada wartawan, mereka menyebutkan pihak dekanat dan jurusan yang menyuruh mereka ikut serta dalam seminar. Mereka mengaku dimintai sejumlah uang Rp100.000-250.000 per mahasiswa.

Seminar itu bertema International Economic Conference for Enabling Sustainbility. Setiap program studi diharuskan mengirimkan sekitar 7 orang mahasiswa semester akhir. Kata mereka, tujuannya sebagai syarat untuk bisa melanjutkan sidang meja hijau.

"Kewajiban itu dibuat tidak tertulis oleh Dekan dan Wakil Dekan I FE Unimed. Para Kaprodi tak berani membantah perintah tersebut yang disampaikan secara lisan dan beredar melalui grup WA wakil dekan bidang akademik. Para Kaprodi mengomandoi mahasiswa agar hadir sebagai presenter dan participant atas perintah atasannya," ucap salah seorang sumber.

"Pada seminar internasional IECES pertama dan kedua pun tak jelas kemana publikasinya dan tak bisa dipertanggungjawabkan. Namun uang mahasiswa diakomodir untuk melaksanakan seminar tersebut. Biaya yang dikenakan kepada mahasiswa sebagai presentasi langsung Rp250.000 sedangkan online presenter Rp150.000 dan participant (peserta) Rp100.000. Para mahasiswa sudah resah dan keberatan dengan paksaan itu namun mereka tak berani bersuara," ungkapnya.

Mereka juga memberikan pengandaian, jika seorang membayar Rp100.000 saja, dikalikan dengan jumlah 1000 peserta, maka jumlah uangnya mencapai Rp100juta.

Bahkan mereka menduga ini bukan merupakan Seminar Internasional. Hanya seperti kuliah umum yang menghadirkan narasumber asing secara online yang berasal dari tiga negara, Thailand, Malaysia, dan Irlandia.

"Seminar internasional 'abal-abal'. Periode Dekanat sebelumnya pelaksanaan seminar internasional diikuti ratusan peserta dari luar kampus wilayah Indonesia Barat sampai Indonesia Timur dengan kerelaan mendaftar sendiri. Dan tidak ada kewajiban bagi mahasiswa semester akhir untuk ikut sebagai syarat meja hijau. Inilah 'penjajahan akademik' gaya baru," katanya, Rabu (28/10/2026) sore.

Sementara itu mewakili pihak rektorat, Koordinator Pusat Kehumasan dan Layanan Terpadu Unimed Dr. Isli Iriani Indiah Pane, S.Pd., M.Hum., menyebutkan kegiatan seminar internasional dilakukan di setiap kampus di seluruh Indonesia, tidak hanya di Unimed saja.

Seluruh kampus mewajibkan mahasiswa semester akhir untuk syarat sidang meja hijau. Sesungguhnya bukan paksaan tapi merupakan fasilitas dari kampus.



Tag:

Berita Terkait