POSMETRO MEDAN–Medan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus mendorong optimalisasi pemanfaatan aset daerah guna menunjang pelayanan publik sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui peninjauan aset milik Pemko Medan seluas hampir 8.000 meter persegi yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto Nomor 24, Kecamatan Medan Petisah, Kamis (29/10/2026).
Peninjauan yang dipimpin langsung Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, tersebut turut diikuti Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (PKPCKTR) Kota Medan bersama sejumlah perangkat daerah terkait.
Kegiatan ini bertujuan melihat secara langsung kondisi sekaligus mengidentifikasi potensi pemanfaatan lahan yang telah lama kosong tersebut agar dapat difungsikan secara lebih produktif dan memberikan manfaat strategis bagi kepentingan pemerintahan maupun masyarakat.
Salah satu opsi yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan aset tersebut sebagai fasilitas pendukung penanggulangan bencana, sejalan dengan upaya Pemko Medan memperkuat sistem kesiapsiagaan dan mempercepat respons terhadap berbagai kondisi kedaruratan.
Dalam kesempatan itu, turut disampaikan rencana Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana yang melibatkan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Pemadam Kebakaran.
Pembentukan Satgas tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah sehingga langkah antisipasi, penanganan, hingga respons terhadap potensi bencana dapat dilaksanakan secara lebih terpadu, cepat, dan efektif.
Keikutsertaan Dinas PKPCKTR dalam peninjauan ini menjadi bagian dari sinergi antarperangkat daerah dalam mendukung perencanaan pemanfaatan aset pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan fasilitas dan penataan ruang.
Melalui langkah ini, Pemko Medan diharapkan dapat mengoptimalkan aset daerah yang selama ini belum termanfaatkan secara maksimal menjadi fasilitas yang memiliki nilai guna nyata bagi masyarakat.