POSMETRO MEDAN-Tak hanya menggambarkan risiko maut plus jerat hukum, adagium 'polisi bekerja dengan kaki di atas kuburan dan penjara' sejatinya mengantar posisi Polri lebih sekadar teman bagi masyarakat.
Setidaknya, demikian pandangan Iptu (Pol) Khairul Fajri Lubis. "Anggota Polri yang menjalankan tugas melayani dan melindungi masyarakat secara profesional adalah bukti laku polisi lebih dari sekadar teman," jelas dia pada wartawan Anda, di sela persiapan Operasi Patuh Toba di sentra Kota Medan, Selasa dini hari (3/11/2026).
Pikiran Kanit Reskrim Polsek Medan Area ini tampak turut menguatkan tagline baru Polri. Ya, 'Polisi Bersama Masyarakat', demikian tertulis di mobil-mobil dinas kepolisian.
Kekuekuehan polisi adalah sipil yang dipersenjatai bahkan membuat Fajri tidak memilih Asrama Polri sebagai tempat tinggal. "Saya dan keluarga tinggal di permukiman biasa, bersama masyarakat," imbuh Fajri.
Memimpin Unit Reskrim di Medan sejak Agustus 2025, karier Iptu Khairul Fajri Lubis diketahui tumbuh dengan track record sebagai perwira pemburu. Itu yang melatari sosoknya dikenal tak betah di belakang meja.
'All out' di lapangan membuat Fajri baru-baru ini diakui mampu menekan laju pertumbuhan angka kriminalitas di wilayah kerjanya yang mencakup dua kecamatan.
"Nggak pernah tidur malam. Selalu patroli dan memberikan edukasi hukum kepada masyarakat," kata AKP M Ainul Yaqin soal kinerja Iptu Fajri. Pujian tersebar secara digital itu terjadi sebelum posisi Kapolsek Medan Timur kini dijabat Kompol Agus Manimbul Butarbutar.
'Show of force' terhadap kejahatan narkoba pun hari-hari ini gencar digelar Iptu Fajri. Bersama tim, Fajri tampak gigih meredam petualangan mereka yang meracuni generasi muda dari 18 wilayah kelurahan itu. Media sosial menggambarkan itu.
''Kawasan Gang Jati menjadi salah satu prioritas kami dalam memerangi narkoba," aku Fajri.
Seperti banyak lokasi senada di Medan, Gang Jati -yang berada di Jalan Panglima Denai- dikenal sebagai basis peredaran besar narkoba sejak tahun-tahun berlalu.