POSMETRO MEDAN-Koordinator Pusat Kehumasan dan Layanan Terpadu Unimed Dr. Isli Iriani Indiah Pane, S.Pd., M.Hum, Rabu (4/11/2026) malam menelpon seperti marah-marah.
Isli keberatan dengan berita berjudul "Polemik Seminar Internasional IECES Unimed, DPRD Sumut akan Temui Dekanat?" tertanggal Selasa (4/11/2026).
Pada berita itu Wakil Ketua DPRD Sumut Salman Alfarisi menyoroti pelaksanaan seminar IECESS FEB Unimed yang memaksa mahasiswa mengikuti seminar 'abal-abal' tersebut dengan berbayar Rp100 ribu hingga Rp250 ribu. Dan semua pesertanya dari mahasiswa FE Unimed. Dekan FE Unimed Dr. Haikal Rahman dan Wakil Dekan 1 FE Unimed Prof. T Teviana pun hingga berita ini diturunkan tidak pernah mengklarifikasi dan mempertanggungjawabkan penggunaan dana pelaksanaan.
Terkait berita yang memuat komentar Salman Alfarisi itu, Isli mengaku keberatan. "Siapa aktor di belakangnya, kami udah bilang apa adanya, kalian tahu semua ini (seminar) terjadi di seluruh Indonesia," ujar Isli dengan nada marah.
Isli mengaku keberatan atas pemberitaan yang menghadirkan Wakil Ketua DPRD Sumut Salman Alfarisi yang berkomentar soal polemik seminar internasional IECES Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu.
Selama pemberitaan ini muncul Isli memang pasang badan menampung semua konfirmasi media, sementara Dekan FEB Unimed dan Wakil Dekan 1 sebagai pihak yang paling bertanggungjawab atas pelaksanaan seminar itu tak pernah memberikan klarifikasi apapun.
Bahkan informasi yang didapatkan media, tidak ada tindakan internal apapun yang diberikan kepada Dekan dan Wakil Dekan 1 FEB Unimed sebagai pihak yang paling bertanggungjawab dalam penyelenggaraan.
"Kenapa naik lagi berita itu, nggak bisa tenang kalau begini. Sekarang saya cukup kecewa, karena sudah lapor ke pimpinan tak ada lagi pemberitaan. Saya sudah klarifikasi, tiba naik lagi. Saya kira semua sudah clear, kami sudah lakukan tindakan di internal. Untuk Rp100ribu itu untuk snack, kalau narasumber datang dari USA ya tidak mungkinlah, biayanya saja Rp100ribu," kata Isli.
Isli mengakui pihak Unimed tak akan menggunakan hak jawab karena merasa pertemuan dengan posmetromedan.id sudah dilakukan. Klarifikasi juga dirasa telah mencapai kata sepakat.
"Kata pimpinan buat apa lagi pakai hak jawab, nanti yang ada kita tiktokan lagi (dengan posmetromedan.id). Nanti ada lagi sambungan beritanya, iya juga saya pikir. Tapi saya lupa memberitahukan bahwa hak jawab batal diberikan (ke posmetromedan.id), kami tak pakai hak jawab," ujar Isli.