POSMETRO MEDAN–Medan, Persoalan banjir yang kerap merendam permukiman warga setiap kali hujan menjadi perhatian serius Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Kondisi drainase yang dangkal, dipenuhi sedimentasi, serta memiliki dimensi saluran yang sempit dinilai menjadi salah satu faktor penyebab air mudah meluap ke rumah-rumah warga.
Persoalan tersebut diserap langsung Rico Waas saat menghadiri kegiatan gotong royong dan Sapa Warga di Gereja HKBP Pengembangan, Jalan Mamiyai, Kelurahan Tegal Sari III, Kecamatan Medan Area, Sabtu (7/11/2026).
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah warga menyampaikan keluhan terkait banjir yang kerap terjadi di lingkungan mereka. Bahkan, ketika hujan turun sekitar 30 menit, air sudah meluap dan memasuki rumah warga hingga mencapai ketinggian lutut.
Menanggapi keluhan tersebut, Rico Waas menegaskan bahwa penanganan banjir tidak cukup hanya dengan melakukan pengerukan sedimentasi. Menurutnya, kondisi sejumlah saluran drainase yang hanya memiliki lebar sekitar 40 hingga 50 sentimeter membutuhkan penanganan lebih komprehensif.
"Diperlukan pembenahan lebih menyeluruh, termasuk pembangunan drainase baru agar aliran air lebih lancar dan genangan dapat dikurangi," tegas Rico Waas.
Selain persoalan banjir, Wali Kota Medan juga menerima aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan rusak menuju Kantor Lurah Tegal Sari III. Rico memastikan usulan perbaikan jalan tersebut akan dimasukkan dalam perencanaan pembangunan tahun 2027.
Rico juga meminta jajarannya melakukan pemeriksaan terhadap kondisi penutup parit di kawasan Gang Santun menuju Gang Damai. Sementara itu, kawasan ruang terbuka hijau di Gang Langgar turut menjadi perhatian untuk ditata dan dikembangkan menjadi taman bermain anak, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik yang lebih nyaman bagi masyarakat.
Di bidang keamanan lingkungan, Rico Waas mengajak masyarakat mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) dan pos ronda sebagai bentuk kepedulian bersama dalam menjaga ketertiban dan keamanan wilayah.
Sebagai bentuk penguatan sistem keamanan, Pemerintah Kota Medan juga menyiapkan pemasangan 10.000 titik kamera pengawas atau CCTV pada tahun mendatang.