POSMETRO MEDAN, Medan-Ada-ada saja permintaan warga kepada Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, sepanjang pelayanan kepemimpinannya dalam bentuk kegiatan "Gotong Royong dan Sapa Warga" yang dilakukan sekali seminggu secara bergilir dari satu kelurahan ke kelurahan lainnya.
Di Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Selayang, Sabtu (23/8/2025), Rico terpana mendengar seorang Ibu yang meminta rumah miliknya dirubuhkan saja. "Tolong dirubuhkan saja rumah kami, Pak Wali!" ujar Bu Ngadisah yang disambut tepuk tangan meriah warga lainnya.
Apakah Bu Ngadisah merelakan rumahnya dirubuhkan lantaran tidak mampu lagi membayar pajak bumi dan bangunan? Oh, ternyata bukan!
Ceritanya begini. Ketika diberikan kesempatan berbicara pada termin kedua, seorang warga senior, Pak Saimin, mengeluhkan maraknya narkoba di lingkungannya.
Anak-anak muda menjadi korban. Mereka biasanya melakukan kegiatan terlarang itu di rumah-rumah kosong, atau tempat-tempat hiburan yang suaranya berisik sampai lewat tengah malam.
"Tolong Pak Wali, diperlukan tindakan tegas kepada orang-orang ini, karena dampaknya sangat meresahkan. Karena kecanduan, mereka jadi maling. Apapun yang kita tanam sekarang hilang," kata Pak Saimin.
Merespon permintaan itu, Rico bertanya, siapakah pemilik rumah kosong tersebut. Dengan polos, Pak Saimin langsung menunjuk seseorang, "Itu ada orangnya, Pak!"
Semua mata serentak tertuju pada seorang Ibu berkerudung, berusia lewat separuh baya. Rico langsung bertanya, apakah rumah itu memang miliknya. Bu Ngadisah berdiri dan mengangguk cepat.
"Iya Pak Wali, itu rumah kami, warisan orang tua. Saat ini memang kosong. Kalau bisa, tolong dirubuhkan saja rumah kami itu, Pak!" balasnya disambut ketawa hadirin karena merasa lucu ada yang meminta rumahnya sendiri dirubuhkan.
Walikota muda kelahiran 5 Juli 1986 itu pun tidak dapat menahan senyum. Dengan emosi yang tenang, dia menyampaikan bahwa Pemko Medan bisa saja memberikan bantuan tenaga dan peralatan untuk tujuan merubuhkan rumah tersebut.