POSMETRO MEDAN,Medan – Sejumlah peserta aksi demonstrasi di DPRD Sumatera Utara mengaku tidak sepenuhnya memahami tujuan maupun tuntutan yang mereka suarakan.
Pengakuan itu terungkap saat wartawan Posmetromedan.id berbincang dengan empat orang peserta aksi di kawasan Jalan Kebun Bunga, Medan, Senin (1/9/2025).
Keempat orang tersebut diketahui berasal dari kawasan Medan Johor dan Brayan. Mereka mengaku mendapat uang transport sebesar Rp50 ribu setiap kali mengikuti aksi.
"Kami cuma diajak dan dikasih uang transport. Tidak tahu persis apa tujuan demo ini," ujar salah seorang peserta yang enggan disebutkan namanya.
Pengakuan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai siapa pihak yang menjadi pemodal utama aksi demonstrasi tersebut. Pasalnya, meski aksi berlangsung cukup masif, sebagian peserta justru tidak memahami substansi aspirasi yang dibawa ke gedung DPRD Sumut.
Fenomena ini menguatkan dugaan adanya aktor tertentu yang sengaja menggerakkan massa demi kepentingan tertentu. Namun hingga kini, identitas maupun motif pihak pemodal masih menjadi misteri.
Publik pun kini menanti langkah aparat penegak hukum dan pihak berwenang untuk menelusuri dugaan adanya "penunggang" dalam aksi-aksi demonstrasi di Kota Medan belakangan ini. (Rez)