POSMETRO MEDAN,Medan – Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) kembali jadi sorotan setelah seorang pekerjanya, Putra, warga Teladan Barat, mengaku di-PHK sepihak tanpa peringatan dan tanpa pesangon, meski telah mengabdi lebih dari 14 tahun di yayasan kampus tersebut.
Putra menyampaikan kekecewaannya saat ditemui awak media di Kantor Disnaker Kota Medan 30/09. Ia menilai keputusan UISU tidak hanya mencoreng citra institusi pendidikan, tetapi juga menzholimi pekerja yang telah lama mengabdi.
"Saya kecewa dengan UISU. Sudah berulang kali saya coba bertemu pihak kampus, tapi mereka seolah tak bisa mengambil keputusan. Rasanya kami ini tidak ada harganya di mata mereka. Coba kalau mereka yang kena, biar mereka tahu sakitnya seperti apa," ujar Putra dengan nada geram.
Putra menegaskan, dirinya tidak menolak jika memang harus diberhentikan, namun meminta agar kebijakan yang diambil kampus tetap menghargai pengabdian panjangnya.
"Kalau memang saya mau di-PHK, berilah kebijakan yang sepantasnya. Hargai pengabdian saya selama 14 tahun. Jangan sampai oknum yang salah kaprah malah mencoreng nama besar UISU," tegasnya.
Ia berharap pihak kampus tidak diam dan segera memberikan solusi adil bagi pekerja yang terdampak. "Kami juga butuh makan dan kelangsungan hidup. Tidak ada yang super power dalam urusan ketenagakerjaan di Indonesia ini. Kami masih menunggu akhir dari masalah ini," tambah Putra.
Kasus ini kini dalam perhatian Disnaker Kota Medan. Sementara, hingga berita ini diturunkan, pihak UISU belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan PHK sepihak tersebut.(Rez)