Media Gathering dan Workshop Jurnalisme Perbankan Bank Sumut;"Kolaborasi dalam Narasi" (1)

"Reuni Kecil" Jurnalis dan Temukan "Sohib Baru"

Salamudin Tandang - Sabtu, 11 Oktober 2025 20:01 WIB
ist
Seluruh peserta Media Gathering dan Workshop Jurnalisme Perbankan Bank Sumut;"Kolaborasi dalam Narasi" foto bersama Panitia dan Manajemen Bank Sumut.

POSMETRO MEDAN-Sederhananya, kita mendefinisakan "Gathering" adalah kumpul bersama. Lengkapnya, "Gathering" adalah istilah yang berarti pertemuan atau kumpul bersama untuk tujuan tertentu, seperti mempererat hubungan, berbagi informasi, atau merayakan sesuatu. Dari ini, tentu saja kita bisa menafsirkan apa yang diniatkan oleh Manajemen Bank Sumut dan output apa yang diharapkan!

Oleh Salamuddin (Posmetro Medan Jawa Pos)

Bank Sumut yang berkantor di Jalan Imam Bonjol No.18 Medan, gelar "Media Gathering dan Workshop Jurnalisme Perbankan" selama dua hari, Kamis-Jumat (9-10/10/2025). Ada sebanyak 54 wartawan yang tergabung dari berbagai media, baik itu media online dan cetak. Aku, Wartawan Posmetro Medan (Jawa Pos Grup), adalah salahsatu peserta yang ikut.

Mulanya aku berpikir ini adalah satu kegiatan biasa-biasa saja. Monoton dan menjemukan! Karena sejak dulu, sejak mulai geluti profesi ini, 25 tahun yang lalu, Media Gathering dan Workshop Jurnalisme, acapkali aku ikuti. Duduk dan dengar "ceramah" pemakalah. Jika sudah ngantuk, tenggak kopi. Kemudian, ikuti sajian kegiatan yang disebut dengan "Outbound". Sekedar ikut. Lesu dan bermalas-malasan!

Namun tidak kali ini! rundown kegiatan yang dibuat Panitia Bank Sumut, padat tanpa jeda waktu, kecuali saat ishoma (istirahat, sholat, makan), berlangsung sangat menyenangkan! Cair! Melebur!Tanpa sekat! Sesungguhnya, ini diluar sangkaan ku.

Ini dimulai saat seluruh rekan-rekan jurnalis mulai berkumpulan di Lantai 10 Bank Sumut. Di sana, disediakan sarapan kepada seluruh peserta sebelum keberangkatan ke Hotel Khas Prapat, Kota Prapat, Kabupaten Simalungun.

Kenapa aku katakan diluar sangkaan ku? di Lantai 10 itu, aku bertemu sejumlah kawan-kawan jurnalis yang aku kenal sejak 25 tahun lalu. Diantaranya senior ku, Bang zul Harahap. Aku mengenalnya sebagai sosok yang berintegritas. Cool. Rambut gondrong. Tatapan mata yang tajam.

"Bang Zul..." aku panggil dengan suara keras sembari menyongsongnya. Bersalaman.

"Sudah lama sekali ya Bang, aku baru ketemu abang," kataku dengan wajah sumringah.

Respon senior ku ini, sangat hangat sekali. "Apa kabar, dik?, katanya.

Ini pasti Bang Zul sudah lupa nama ku, makanya aku dipanggil dengan sebutan "dik".

Padahal yang aku ingat, Bang Zul selalu panggil aku dengan nama "Salam".

Usai sarapan aku pun melebur bersama jurnalis lain. Ketemu lagi dengan salah satu senior ku, Bang Tambunan. Dia salah salah satu dedengkot wartawan kepolisian di Polda Sumut dan Poltabes Medan. Wartawan kepolisian bisa aku pastikan mengenalnya. Selain orang yang kalem, Orang Batak satu ini sangat rendah hati sekali.

What a surprise! Aku bertemu si Roni! Roni Neliati! Dia ini kawan satu angkatan ku. Kami menjadi wartawan pada tahun yang sama. Tahun 2000! Ini artinya kami sudah tidak bertemu selama 20 tahun ini.

"Roni," sapa ku. "Salam," jawabnya. Kami pun bersalaman. Hangat sekali! Kami saling bertukar cerita satu sama lain. Bernostalgia. Mengingat masa-masa kami bersama kawan jurnalis lain saat di pos liputan Pengadilan Negeri Medan.

Tawa kami sangat keras. Untung saja Gedung Bank Sumut sangat kokoh. Jika tidak, aku khawatirkan lantai dan dinding gedung akan retak. Karena tawa kami keras sekali.. hahahahahaha......

Satu kejutan lagi. Aku mendapatkan Jalaluddin Ibrahim di lantai 10 Bank Sumut. Kami biasanya memanggilnya dengan sebutan "Jalal". Dia adik-adik kami sewaktu masih menjadi seorang jurnalis di Sumut Pos (Jawa Pos Grup), di Graha Pena Jalan Sisingamangaraja, depan Pintu Tol Amplas.

Aku perkirakan aku sudah tidak bertemu dengan dengan selama 10 tahun. Akupun sempat lupa wajah dan namanya. hahahaha... makluminya saja. mungkin faktor "U".

"Bang Salam," sapa Jalal..."Eh... Jalal," jawab ku... Kami pun bersamalam dan berpelukan seperti teletubies. "Berpelukaaaannnnnnnn"

"Untung kau ingat aku.. kalau gak.. aku sempat lupa dengan mu," ujar ku.

"Mana bisa aku lupa dengan abang," Katanya. Anak ini rendah hati sekali!

Dua hari sebelumnya, aku mendapatkan pesan whatsapp dari si Bos, Zulkifli Tanjung. Isi pesannya agar aku ikuti kegiatan,"Media Gathering dan Workshop Jurnalisme Perbankan Bank Sumut", sembari mengirimkan nomor kontak Jalaluddin Ibrahim.

"Siapa ini?" "Dia adik-adik kita sewaktu dia di Sumut Pos," kata si Bos.

Akupun coba telepon Jalal,"Assamualaikum.... Jalal."

"Ya... Bang Salam...," katanya dengan nada yang bersahabat sekali.

Mati aku! Apalah yang mau aku katakan. Aku gak ingat! "Maaf ya Jalal, lupa aku, kau pernah di Sumut Pos."

"Aman tu bang.. yang penting aku masih ingat!" jawabnya.

Aku takut sekali kalau aku dikatakan sebagai orang yang sombong. Orang ingat aku. Aku lupa orang. Dada ku lapang seketika ketika Jalal katakan," Berangkat kita lusa ya bang... workshop bersama Bank Sumut.. kirimkan nama dan media kita, biar aklu teruskan ke Dwi Novi," katanya dengan nada yang sangat bersahaja sekali.

Usai itu, akupun mulai mengumpulkan ingatan ku tentang Jalal. Ya...Anak ini adalah salah satu orang wartawan muda di Sumut Pos yang cerdas dan enerjik. Akupun mendapatkan kabar Jalal telah menamat pendidikan hingga S2 (strata 2) dan kini meniti karir di Sekretariat Kehumasan Bank Sumut!

Esensi "Gathering" untuk mempererat hubungan dan berbagi informasi, aku rasa benar adanya. Selain "reuni kecil" bersama mereka...maaf aku tak tulis banyak nama lagi yang aku temui, karena takut tulisan ku tak siap-siap.

Aku mendapatkan sohib baru. Namanya Putra Mulia Sarumpaet. Kabid Humas PT Bank Sumut. Sosoknya lumayan tinggi. Berkulit putih. Tutur katanya santun dan elegan.

Aku kenal Putra di Lantai 10 Bank Sumut. Dia sambut dan jamu aku bersama kawan-kawan yang lain saat sarapan. "Putra bang, mari sarapan," ujarnya pada kontak pertama kami.

Usai sarapan, Putra membaur bersama kami. Posisi kumpul di pojok lantai 10. Tempat yang disediakan Panitia untuk para kuli tinta dan gadget, terkhusus jurnalis ahli isap alias perokok.

Di sana, suasana sangat cair dan pecah! Gelak tawa keras acap terdengar di kerumunan ahli isap. Sedangkan Putra sendiri, tak mampu menahan gelak tawanya. Apalagi, Bang Rifki, wartawan senior yang "bandel" itu selalu melontarkan joke-joke yang bikin kami semua tergelak. Ada saja yang diceritakannya bikin kami seluruhnya tertawa.

"Rupanya, jurnalis ini tulisannya saja yang tajam. Ternyata, orang-orangnya lucu-lucu dan jenaka juga," ujar Putra Sarumpaet sembari memegang perutnya yang mungkin sudah mulai keram karena terus tertawa di sana...

Jurnalis juga manusia broooo.... hahahahaha (Bersambung)

Editor
: Salamudin Tandang

Tag:

Berita Terkait

Medan

Komisaris–Direksi Kompak Jalankan Transformasi, Bank Sumut Bidik Kinerja Lebih Kompetitif

Medan

Bank Sumut Media Awards 2026 Sebagai Apresiasi Peran Pers pada HPN

Medan

Gubernur Minta Dirut Baru Bawa Bank Sumut Lebih Progresif di Sektor Keuangan

Medan

HPN 2026, Bank Sumut Buka Ruang Kompetisi Opini Jurnalis dan Apresiasi Media

Medan

Di Tengah Penyesuaian Fiskal, Bank Sumut Perkuat Peran Pembangunan Daerah

Medan

Bank Sumut Bertransformasi Menjadi BUMD Perseroda