POSMETRO MEDAN, Medan -Pelaksanaan Study Ketahanan Desa (SKD) sukses digelar dengan penuh semangat gotong royong dan semarak partisipasi rakyat. Kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam memperkuat basis ketahanan nasional melalui pembangunan desa yang tangguh, mandiri, dan berdaulat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Badan Komando Daerah Tenaga Penggerak Ketahanan Desa Sumatera Utara (BKD TPKD), Kristianus Dachi SPd MIP, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumatera Utara atas dukungan penuh dan komitmennya terhadap pembangunan ketahanan desa di seluruh wilayah Sumatera Utara.
"Dukungan bapak Boby Nasution bukan sekadar simbol, tetapi bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendorong desa menjadi benteng ketahanan nasional. Desa bukan objek pembangunan, tetapi subjek yang berperan penting dalam menjaga kedaulatan bangsa," ujar Kristianus Dachi dalam wawancara dengan pers.
SKD kali ini menjadi momentum penting untuk mempertegas bahwa ketahanan nasional harus dimulai dari desa. Dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan pemerintah daerah dalam membangun kemandirian pangan, ekonomi rakyat, serta ketahanan sosial dan budaya desa.
TPKD menilai bahwa komitmen Gubernur untuk memperkuat ketahanan desa sejalan dengan visi besar pembangunan Nasional yakni Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Desa-desa yang kuat akan menjadi fondasi bagi terciptanya stabilitas ekonomi, sosial, dan politik nasional.
"Ketahanan nasional tidak lahir di ruang rapat kota, tetapi tumbuh dari desa-desa yang mandiri. Oleh karena itu, dukungan penuh dari Gubernur Sumatera Utara menjadi energi penting dalam menggerakkan perubahan dari akar rumput," lanjut Dachi sapaan akrabnya.