POSMETRO MEDAN, Medan – Seorang aparatur sipil negara (ASN) yang menjabat sebagai Lurah Perintis, Kecamatan Medan Timur, Muhammad Fadli, harus mendapat perawatan di rumah sakit setelah menjadi korban penganiayaan saat menjalankan tugas. Ia didorong oleh seorang warga hingga terjatuh ke dalam parit ketika sedang menertibkan sebuah "polisi tidur" atau tanggul pengaman jalan ilegal.
Peristiwa tersebut kini telah memasuki ranah hukum. Muhammad Fadli secara resmi melaporkan warganya yang berinisial A ke Polsek Medan Timur pada Senin, 13 Oktober 2025. Pelaku kini telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kanit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Medan Timur, Iptu Khairul Fazri Lubis, membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, laporan dari korban ditindaklanjuti dengan cepat dan pelaku telah ditahan.
"Pelaku pendorongan lurah ke parit sudah ditahan," ucap Iptu Khairul saat dikonfirmasi oleh Posmetro Medan pada Rabu (15/10/2025).
Iptu Khairul juga menambahkan bahwa korban saat ini masih dalam perawatan medis akibat insiden tersebut. "Korban sekarang sudah di rumah sakit," ujarnya.
Laporan yang dilayangkan oleh Lurah Fadli tidak hanya terkait dugaan tindak penganiayaan, tetapi juga mencakup penghalangan petugas dalam menjalankan tugas.
"Pihak kepolisian masih akan mendalami motif pelaku melakukan tindakan nekat tersebut," tutup Fadil.(dam)