POSMETRO MEDAN,Medan- Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan rasa bangganya terhadap para santri. Sebab, santri adalah pelaku sejarah dalam mempertahankan kemerdekaan.
Menurut Rico Waas, Santri adalah warna Indonesia yang tidak lepas oleh masa. Secanggih apa pun teknologi sekarang, santri tetap punya Indonesia dan membumi.
"Saya bangga hati, bicara tentang santri itu wajib kita berikan penghargaan sebagai pelaku sejarah dalam mempertahankan kemerdekaan," kata Rico Waas, saat menerima Panitia Hari Santri Nasional ke-10 tahun 2025 di Balai Kota Medan, Kamis (16/10/2025).
Suami Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas ini, juga mengenang pengalamannya ketika menjadi pembina upacara peringatan Hari Santri sebelum menjabat sebagai Wali Kota Medan.
"Insyaallah saya akan hadir. Dan ini menjadi hari kedua saya menjadi pembina upacara pada peringatan Hari Santri. Dulu saya juga pernah, sebelum menjabat hadir di upacara santri. Dan Ini wajib didukung dan jadi perhatian," katanya.
Menurutnya, santri saat ini tidak lagi bicara masa depan yang mengambang. "Santri harus bisa menjadi lebih baik, banyak santri sekarang jadi menteri, tokoh politik, dan ulama besar. Bicara santri itu bicara keilmuan agama dan masa depan bangsa," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Rico Waas juga menegaskan komitmennya untuk membantu kelancaran acara. "Apa yang perlu dibantu untuk memperlancar kegiatan, seperti jalan, drainase, dan pendukung lainnya, sampaikan saja, nanti kami bantu," tambahnya.
Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren Tahfiz Alquran Ibnu Aqil Medan Labuhan, Mahmud Shaleh selaku tuan rumah acara menjelaskan, peringatan Hari Santri tahun ini akan melibatkan 15 pesantren se-Kota Medan, kepala madrasah, pimpinan pondok, dan para santri. Kegiatan akan diisi dengan lomba azan, tahfizul Qur'an, serta membaca kitab kuning.
"Kami berharap Pak Wali Kota dapat hadir sebagai pembina upacara dengan mengenakan sarung sebagai bentuk semangat bagi para santri," ujar Mahmud Shaleh yang hadir bersama jajaran panitia.(ATN)