POSMETRO MEDAN,Medan -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketertiban umum dan keindahan kota. Kali ini, petugas melaksanakan penertiban terhadap sejumlah tunawisma yang menempati area Tugu Apollo, salah satu titik strategis di wilayah Kota Medan.
Kegiatan yang berlangsung pada hari Selasa (tanggal disesuaikan) ini dipimpin langsung oleh tim lapangan Satpol PP dan mendapat dukungan dari perangkat kelurahan serta unsur TNI-Polri. Penertiban dilakukan dengan pendekatan persuasif dan humanis, tanpa ada tindakan represif terhadap para tunawisma.
Menurut keterangan dari Kasatpol PP Kota Medan, Kasatpol PP Kota Medan Muhammad Yunus penertiban ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan keberadaan para tunawisma di sekitar tugu, terutama karena lokasi tersebut merupakan kawasan yang ramai dilalui warga dan kendaraan.
"Kami tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga memastikan bahwa mereka yang ditertibkan mendapat perhatian lanjutan dari instansi terkait, seperti Dinas Sosial. Prinsip kami adalah menegakkan aturan dengan tetap mengedepankan sisi kemanusiaan," ujar Kasatpol PP.
Selama proses penertiban, petugas melakukan pendataan terhadap para tunawisma dan mengarahkan mereka untuk mendapatkan penanganan yang layak. Beberapa di antaranya dibawa ke rumah singgah sementara, sementara lainnya mendapat bantuan untuk dipulangkan ke daerah asal.
Selain penertiban, Satpol PP juga melakukan pembersihan dan penataan ulang area sekitar Tugu Apollo, yang sebelumnya terlihat kumuh akibat banyaknya barang-barang pribadi yang ditinggalkan penghuni sementara tersebut. Pembersihan dilakukan agar kawasan tersebut kembali indah dan dapat dinikmati masyarakat sebagai ruang publik.
Langkah ini mendapat tanggapan positif dari warga sekitar. Salah satu warga, Nuraini (45), mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut.
"Kami jadi merasa lebih aman dan nyaman. Tugu Apollo ini kan ikon kota juga, jadi memang sudah seharusnya tertata dan tidak dijadikan tempat tinggal sementara," ungkapnya kepada wartawan.
Pemerintah Kota Medan melalui Satpol PP menegaskan bahwa kegiatan semacam ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan dan terjadwal, terutama di titik-titik yang rawan dijadikan tempat tinggal sementara oleh tunawisma atau pedagang kaki lima tanpa izin.
"Tujuan utama kami bukan mengusir, tapi menata. Semua dilakukan agar wajah Kota Medan tetap indah, tertib, dan nyaman bagi masyarakat," tambah Muhammad Yunus.