POSMETRO MEDAN, Medan -
Kehadiran Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas membuat suasana Kantor Satpol PP Kota Medan, di Jalan Arif Lubis, sontak mendadak riuh, Senin (3/11/2025), sekitar pukul 11.20 WIB.
Begitu turun dari mobil dinas, Rico Waas langsung berjalan dari sisi samping gedung dan menaiki tangga menuju lantaidua. Sedangkan Kasatpol PP M Yunus mengikuti dari belakang.
Langkah-langkahnya terhenti beberapa kali, bukan karena formalitas, tapi karena Rico Waas dengan penuh ramah tamah menyapa satu per satu pegawai yang ditemuinya di setiap memasuki ruangan, termasuk ruang Linmas. Setelah memeriksa ruangan yang ada di lantai dua, pria berkacamata berkulit putih ini pun kembali turun ke lantai pertama.
Saat hendak menuruni tangga, Rico Waas sambil berseloro sambil menunjuk dinding dekat tangga yang tampak kotor. "Satpol yang harus bersih juga, Pak Kasat," kata Rico Waas penuh senyum, menandai gaya kepemimpinannya yang mengutamakan keteladanan tersebut
Di lantai pertama, Rico Waas juga memeriksa seluruh ruangan yang ada. Setelah itu melanjutkan kunjungannya dengan berdiskusi dengan Kasatpol PP didampingi seluruh pejabat struktural dan fungsional. Dengan gaya yang santai namun tegas, ia membuka pertemuan dengan canda.
"Ini yang sering berantam dengan ibu-ibu saat melakukan penertiban ya?" ujarnya disambut tawa ringan seluruh peserta rapat.
Namun di balik candaanya tersebut, tersirat pesan serius. Alumni Universitas Tri Sakti dan Universitas Bina Nusantara ini menegaskan, kunjungannya bukan sidak, melainkan kunjungan untuk mendengarkan langsung keluhan dan masukan dari petugas lapangan dalam melakukan penegakan perda di lapangan.
"Saya datang untuk melihat langsung kondisi kantor dan ingin mendengar masukan dari rekan-rekan. Apa yang menjadi kendala dan kebutuhan, sampaikan. Semua akan kita tampung agar tugas bisa dijalankan dengan baik," ujarnya.
Dalam diskusi itu, Rico Waas juga menekankan pentingnya pemetaan persoalan pelanggaran Perda, terutama terkait bangunan tanpa Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), pedagang kaki lima yang berjualan di badan jalan. Ia meminta Satpol PP tegas dalam melakukan penertiban, tapi harus tetap humanis dalam setiap tindakannya.