POSMETRO MEDAN,Medan – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Medan bersama sejumlah elemen pemuda dan masyarakat menggelar aksi damai di depan Mapolda Sumatera Utara, Kamis (6/11/2025).
Aksi ini merupakan bentuk keprihatinan atas maraknya peredaran narkoba dan praktik perjudian di kawasan Jermal 15, Kelurahan Keramat Indah, Kecamatan Medan Denai, yang diduga kuat dikendalikan oleh GS.
Dalam orasinya, massa IPNU menyerukan agar Kapolda Sumut segera menangkap dan memproses hukum GS yang disebut sebagai bandar utama jaringan narkoba dan judi di wilayah tersebut.
Aktivitas ilegal itu dinilai telah lama meresahkan warga, namun belum mendapat penindakan tegas dari aparat.
Ketua PC IPNU Kota Medan, Fathi Farich Hasibuan, menegaskan bahwa aksi ini merupakan langkah moral dan nasional untuk menyelamatkan generasi muda dari kehancuran akibat narkoba dan perjudian.
"Kami berdiri atas dasar nasionalisme Indonesia, semangat Bapak Prabowo Subianto, dan arahan Presiden Republik bahwa perang terhadap narkoba adalah perang menyelamatkan bangsa. Tidak boleh ada lagi bandar yang kebal hukum di Sumatera Utara," tegas Fathi.
Massa IPNU juga mengutip komitmen Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh menjadi surga bagi bandar narkoba. Mereka mendesak Polri menindak tegas siapa pun yang terlibat tanpa pandang bulu.
Dalam aksi tersebut, terlihat sejumlah spanduk bertuliskan seruan keras seperti, "Tangkap GS", "Bersihkan Medan dari Bandar Narkoba", dan "Pak Kapolda Sumut Tangkap GS".
Aksi berjalan tertib dan mendapat pengawalan ketat dari personel kepolisian.
IPNU Kota Medan menyampaikan lima tuntutan utama dalam aksi tersebut: