POSMETRO MEDAN,Medan — Ratusan buruh perkebunan asal Labuhanbatu yang bekerja di perusahaan Asian Agri menyampaikan kekecewaan mendalam setelah pertemuan dengan pihak manajemen di Uniland Plaza, Medan, berakhir tanpa keputusan yang memuaskan, Jumat (14/11/25).
Massa aksi yang datang menggunakan 10 unit bus tersebut menuntut kejelasan terkait dugaan praktik perbudakan modern melalui target kerja yang dinilai tidak manusiawi.
Para buruh mengaku, selama ini dibebani target panen yang sangat tinggi dan jauh dari batas kemampuan normal. Untuk mengejar target tersebut, sebagian dari mereka bahkan terpaksa melibatkan istri mereka bekerja tanpa digaji, demi menghindari pemotongan upah dan ancaman pemecatan.
"Target yang diberikan perusahaan sangat tidak masuk akal. Terpaksa istri kami ikut bekerja tanpa upah hanya supaya target tercapai dan gaji tidak dipotong," ungkap Efendi, salah seorang buruh peserta aksi.
Dalam pertemuan tersebut, turut hadir aktivis buruh Sumatera Utara, Willy Agus Utomo, yang ikut mendampingi para pekerja. Willy menyebut pihaknya sangat kecewa karena perusahaan tidak memberikan solusi yang diharapkan.
"Keputusan perusahaan sangat mengecewakan. Kami akan memberikan advokasi penuh dan menyiapkan aksi yang lebih besar untuk melindungi buruh dari penindasan. Pengusaha tidak boleh semena-mena terhadap buruh," tegas Willy.
Ia juga menambahkan bahwa aksi lanjutan sudah direncanakan dan akan digelar dengan jumlah massa yang jauh lebih besar.
"Aksi hari ini baru lima persen. Mungkin nanti kami akan datang membawa 30 bus massa," ujarnya.
Para buruh menegaskan bahwa perjuangan mereka tidak akan berhenti sampai perusahaan memberikan kebijakan yang adil dan menghentikan praktik yang mereka nilai sebagai bentuk eksploitasi. Aksi lanjutan dijadwalkan akan diumumkan dalam waktu dekat.(REZ)