POSMETRO MEDAN, Medan-Sabtu (22/11/2025) pagi di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, terasa berbeda. Sejak matahari belum tinggi, warga sudah berkumpul di lapangan.
Meski kondisi lapangan belum ideal, semangat masyarakat tetap menyala. Hari itu adalah hari yang mereka tunggu, Gotong Royong Massal dan Sapa Warga bersama Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.
Kegiatan rutin setiap Sabtu ini telah berkembang menjadi ruang dialog langsung antara pemerintah kota dan masyarakat. Tidak sekadar aksi bersih-bersih, tetapi juga forum penyampaian keluh kesah, uneg-uneg, dan usulan-usulan yang selama ini dirasakan warga.
"Kalau ada yang bermasalah, kita sikat hari ini, bukan besok," begitu tegas Rico di tengah kerumunan warga, menunjukkan keseriusannya menangani persoalan banjir yang telah lama menghantui kawasan ini.
Satu per satu, warga menyampaikan berbagai keluhan. Permasalahan yang muncul hampir seragam: banjir berulang, drainase tersumbat, jalan rusak, hingga minim penerangan jalan umum.
Seorang warga, Ibu Suci, tampak tercekat saat menceritakan ulang kejadian beberapa hari sebelumnya. Rumahnya terendam banjir hingga ia terpaksa mengungsi bersama keluarganya.
"Perabotan rumah saya sudah tiga kali diganti. Setiap hujan deras, kami hanya bisa pasrah," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Keluhan lain datang dari Pak Sianturi, mantan anggota DPRD Medan yang tinggal di kawasan Taman Sakura Indah. Ia menyampaikan bahwa drainase di kawasan mereka perlu diarahkan langsung ke sungai menuju Belawan dengan membangun gorong-gorong baru.
Ia bahkan menyarankan agar kolam retensi yang direncanakan dapat dikembangkan menjadi objek wisata seperti Danau Cadika.
Tidak jauh berbeda, Umi, warga setempat, menambahkan dua permintaan: pencairan honor bilal jenazah yang belum turun serta dukungan untuk kegiatan senam lansia yang selama ini bermodal serba terbatas.