POSMETRO MEDAN,Medan- Ketua DPC LSM Penjara Indonesia Kota Medan, Arizal menyoroti kejanggalan mencolok dalam penerimaan retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di kota yang digawangi Rico Waas sebagai Walikota ini.
Salah satunya diduga gedung usaha Wizzme Jalan Setia Budi. "Banyak yang bandel atau diduga bermain mata dengan oknum pejabat. Contohnya, diduga bangunan di Jalan Zainul Arifin simpang Jalan S Parman, Wizzme Jalan Setia Budi dan masih banyak bangunan lain berbentuk sarana olahraga yang tidak memiliki izin,"tegas pria yang disapa akrab dengan Bang Bhoy ini.
Malah, katanya, pengelola tempat usaha Wizzme, sudah pernah dipanggil untuk RDP (Rapat Dengar Pendapat), tapi saat pembacaan tidak disebutkan oleh Ketua Komisi 4 DPRD Kota Medan.
"Ada apa? Jelas ini jadi pertanyaan besar bagi kami," sebut Bang Bhoy.
Atas dasar itulah, dia meminta kepada Pansus PAD terpilih agar bekerja efektif tanpa ada main mata dengan pengusaha untuk menindaklanjuti penyelamatan kebocoran PAD tersebut.
Dari data yang LSM ini peroleh, menimbulkan tanda tanya besar dimana jumlah izin diduga naik drastis, namun pendapatan daerah justru anjlok.
Dalam keterangan resminya, Ketua DPC LSM Penjara Indonesia Kota Medan menyebut, penerimaan retribusi IMB/PBG dari tahun ke tahun mencapai ratusan miliar. Namun itu belum termasuk bangunan yang berdiri diduga tanpa izin. Artinya ada dugaan kebocoran retribusi dari pengurusan PBG.
"Ini jelas janggal. Izin diduga naik, tapi uangnya turun. Wajar kalau publik curiga ada dugaan kebocoran PAD atau pungutan liar yang tidak tercatat," tegas dia lagi.