POSMETRO MEDAN,Medan — Dugaan kasus pemerasan yang menyeret oknum wartawan berinisial LS ternyata bukan satu-satunya perkara yang membelitnya.
LS juga dilaporkan dalam kasus penganiayaan oleh Leo Sihombing, yang merupakan keluarga dari tersangka Dito.
Fakta tersebut terungkap setelah seorang saksi berinisial Pi (19) pulang dari Polrestabes Medan. Perempuan berbaju merah itu mengaku baru saja dimintai keterangan oleh penyidik terkait dugaan penganiayaan yang turut melibatkan LS.
Pi menjelaskan bahwa ia bekerja di sebuah toko ponsel milik keluarga LS di daerah Tuntungan. Kejadian bermula ketika rekannya, Dito, diduga mencuri barang dari toko tersebut. LS kemudian menanyai Pi mengenai keberadaan Dito.
"Aku dibentak-bentak dan ditunjuk-tunjuk. Mungkin karena aku akrab dengan Dito," ungkap Pi saat ditemui pada Jumat (5/12/2025).
Pi mengaku tidak mengetahui keberadaan Dito dan menolak tuduhan bahwa dirinya bekerja sama dengan Dito. Namun LS dan rekannya, PS, tetap membawanya ke Polsek Pancurbatu. Di sana ia kembali ditekan agar mengakui keterlibatan dalam dugaan pencurian tersebut.
"Di Polsek aku dipaksa ngaku. Tapi aku tidak mau karena memang tidak terlibat. Ada polisi bernama Pak Sinto, mereka bilang 'borgol saja', tapi Pak Sinto menolak karena aku memang tidak salah," ujar Pi.
Beberapa hari kemudian, Pi kembali diminta bekerja di toko tersebut. Saat bekerja, ia mendapat pesan dari Dito. Ia lalu melapor kepada PS, yang kemudian memintanya memancing Dito agar mau bertemu.
Pertemuan pun terjadi di sebuah hotel yang lokasi dan kamar nomornya ditentukan oleh LS. Namun saat Pi dan Dito tiba di kamar, LS, PS, dan seorang rekan mereka langsung masuk dan memukuli Dito, kemudian menyeretnya ke mobil untuk dibawa ke Polsek.
"Setelah kejadian itu, LS terus menghubungiku dan bahkan datang ke rumah. Orangtuaku sampai ketakutan. Seperti diintimidasi. Rumahku juga difoto-foto. Sekarang aku tidak bekerja lagi di sana. Semua sudah aku ceritakan ke polisi," tutur Pi.