POSMETRO MEDAN- Polrestabes Medan memperkuat operasi pengamanan wilayah melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai respons atas meningkatnya kasus kejahatan jalanan. Operasi yang dipusatkan di Lapangan Merdeka ini dipimpin langsung oleh Wakapolrestabes AKBP Rudi Silaen.
Fokus utama KRYD kali ini adalah peningkatan patroli di titik rawan serta pengecekan ketat terhadap kedisiplinan dan kesiapan personel yang bertugas di lapangan.
Peningkatan KRYD ini dipicu oleh adanya laporan lonjakan kasus kejahatan jalanan, termasuk perampasan tas dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga.
Dalam arahannya, AKBP Rudi Silaen meminta seluruh jajaran untuk tidak lengah dan melaksanakan tugas patroli dengan maksimal. Ia secara spesifik menyoroti dua jenis kejahatan yang dilaporkan terjadi pada pagi hari sebelumnya.
"Tadi pagi laporan saya, dua jenis kejahatan. Satu merampas tas, satu lagi merampas kendaraan. Untuk Personil JCS (Jaga Cegah Sigap) agar betul-betul di 'Gasken', dicek betul, dipelajari," ujar AKBP Silaen, Sabtu (13/12/2025).
Wakapolrestabes menekankan pentingnya analisis data kejahatan untuk memetakan titik-titik krusial dan menempatkan personel yang tepat, yang dikenal memiliki integritas.
"Jadi dipelajari betul. Buat memang harus sudah waktunya di titik-titik itu. Pilih siapa orang-orangnya. Kenali betul orangnya," tegasnya.
Selain masalah strategi patroli, AKBP Rudi Silaen juga menyoroti masalah kedisiplinan dan kesiapan logistik personel di lapangan. Ia secara spesifik menginstruksikan pengecekan unit patroli dan pergerakannya.
"Keberadaan patroli Kijang, Kasat Samapta ya, hari ini. Kita punya 15 Kijang, hari ini masuk berapa? Tujuh. Dicek betul keberadaan pergerakannya," katanya, mengisyaratkan perlunya pengawasan ketat terhadap aset dan mobilisasi tim.