POSMETRO MEDAN,Medan - Renovasi besar-besaran Gedung Pengadilan Negeri (PN) Medan yang dimulai sejak Juli 2025 dengan anggaran Rp17,6 miliar mulai mengubah wajah fisik dan alur akses bagi para pencari keadilan.
Demi menjamin kelancaran konstruksi, pintu utama kini ditutup total. Seluruh akses masuk dialihkan ke pintu belakang di Jalan Candi Prambanan. Pengalihan ini memaksa pengunjung, Jaksa Penuntut Umum (JPU), hingga penasihat hukum untuk beradaptasi dengan ritme pergerakan di area yang lebih terbatas.
Salah satu titik yang menjadi sorotan adalah ruang tunggu pengunjung Meski kapasitas kursi dianggap memadai, area ini menghadapi tantangan saat volume pengunjung melonjak, terutama pada hari Rabu dan Kamis.
Nengsih, pengunjung mengeluhkan sirkulasi udara di ruang tunggu yang menjadi pengap saat padat pengunjung. Hal ini disebabkan oleh posisi ruang yang terhimpit di antara Ruang Sidang Cakra 9 dan ruang tahanan sementara.
"Fasilitas kursi sebenarnya memadai, tapi di hari-hari tertentu ruangan ini sangat ramai dan terasa pengap karena akses udaranya terhalang dinding," ungkap Nengsih saat diwawancarai, Senin (22/12/2025).
Secara visual, kursi-kursi di area tunggu tersebut juga mulai menunjukkan tanda-tanda degradasi. Karat terlihat jelas di beberapa bagian, bahkan beberapa kursi mulai goyang akibat faktor usia pemakaian.
Berdasarkan pantauan tim di lapangan, kondisi toilet terpantau fungsional dan relatif bersih. Kendati demikian, noda-noda permanen akibat usia pemakaian pada beberapa perangkat sanitasi.
"Untuk kamar mandi cukup bersih, meski ada noda permanen faktor usia, tapi semuanya tetap berfungsi normal," tambah Nengsih.