POSMETROMEDAN, Medan – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan wilayah Sumatera Utara melontarkan kritik tajam sekaligus tantangan bagi Polrestabes Medan. Mahasiswa mendesak kepolisian untuk tidak hanya melakukan penangkapan "simbolik" terhadap pelaku lapangan, tetapi segera meringkus aktor kunci berinisial GS yang diduga kuat berada di balik peredaran narkoboi kawasan Jermal 15.
Kekecewaan ini mencuat setelah pernyataan pihak kepolisian terkait penggerebekan di Jermal 15 dinilai belum menyentuh inti persoalan. Koordinator BEM SI Kerakyatan Sumut, Ilham, menegaskan bahwa pihaknya telah lebih dulu melayangkan Pengaduan Masyarakat (Dumas) berdasarkan keresahan warga.
"Informasi di tengah masyarakat justru lebih cepat mengerucut pada sosok tertentu. Publik berharap aparat bergerak lebih sigap. Jangan sampai ada kesan aparat 'bingung' padahal inisial GS sudah disebut sendiri oleh mereka," ujar Ilham dalam keterangannya.
Meski mengapresiasi penangkapan 21 orang dan penetapan 4 tersangka dalam operasi tersebut, BEM SI Sumut menilai hal itu bisa menjadi "keberhasilan semu" jika sang0 pengendali utama masih bebas berkeliaran. Mahasiswa menolak keras penegakan hukum yang hanya menyasar pengguna dan pengecer kecil (pemain bawah).
Sebagai bentuk kontrol sosial, BEM SI Sumut mengeluarkan lima poin pernyataan sikap kepada Kapolrestabes Medan:
Tuntaskan Aktor Utama: Mendukung penuh Kapolrestabes Medan untuk segera menuntaskan proses hukum terhadap sosok berinisial GS berdasarkan alat bukti yang sah.
Kepastian Hukum: Mendesak aparat agar tidak ragu mengambil langkah tegas (penangkapan/penahanan) demi keadilan masyarakat.
Tolak Tebang Pilih: Menolak penegakan hukum yang hanya menyasar pelaku kelas teri.