POSMETRO MEDAN,Medan – Pemusnahan barak-baraknarkoba di kawasan Jermal yang sebelumnya disambut positif masyarakat, kini memunculkan persoalan baru. Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi pencurian dilaporkan meningkat drastis pasca diobrak-abriknya sarang narkoba di wilayah tersebut.
Warga mengaku resah karena pelaku pencurian diduga merupakan mantan penghuni baraknarkoba yang kehilangan "mata pencaharian" setelah lokasi mereka dimusnahkan aparat. Tanpa aktivitas, sebagian diduga beralih menjadi maling dan menyasar rumah warga, kios, hingga kendaraan yang terparkir.
"Sekarang bukan cuma narkoba, maling pun makin merajalela. Malam hari kami takut keluar rumah. Ada yang kehilangan tabung gas, besi pagar, sampai sepeda motor," ujar seorang warga Jermal yang ditemui awak media.
Beberapa warga menyebutkan, pasca penggerebekan dan pembongkaran barak, situasi justru kerap mencekam pada malam hari. Orang-orang tak dikenal terlihat mondar-mandir, mengintai rumah warga, dan memanfaatkan minimnya penerangan serta pengawasan.
Kondisi ini membuat masyarakat berada dalam dilema. Di satu sisi mereka mendukung penuh pemusnahan baraknarkoba, namun di sisi lain mereka berharap aparat tidak meninggalkan kawasan tersebut begitu saja setelah operasi selesai.
"Kami senang baraknarkoba dihancurkan, tapi jangan sampai kami jadi korban baru. Kami minta patroli rutin, jangan cuma datang saat penggerebekan saja," tambah warga lainnya.
Tokoh masyarakat setempat juga meminta aparat penegak hukum segera merespons situasi ini dengan langkah konkret. Menurut mereka, pemberantasan narkoba harus diiringi dengan pengamanan wilayah agar tidak menimbulkan dampak sosial lanjutan berupa kriminalitas.
Sementara itu, aparat dikabarkan tengah memetakan potensi gangguan kamtibmas pasca penertiban baraknarkoba di Jermal. Patroli tambahan dan pengawasan ketat disebut akan menjadi fokus guna menekan angka pencurian dan mencegah kawasan tersebut kembali menjadi daerah rawan.
Masyarakat berharap, penanganan Jermal tidak setengah-setengah. Selain memburu bandar besar yang masih buron seperti GS alias Guntur alias Robin Hood, warga meminta solusi menyeluruh agar wilayah mereka benar-benar pulih, aman, dan terbebas dari narkoba maupun tindak kriminal lainnya.(TIM)