POSMETRO MEDAN,Medan - Menjelang pergantian tahun, sudut-sudut Kota Medan, khususnya di kawasan Jalan KH. Zainul Arifin, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, mulai diwarnai lapak pedagang terompet dan kembang api. Namun, geliat perdagangan musiman kali ini tak seramai biasanya. Para pedagang mengeluhkan penurunan omzet yang signifikan dikarenakan minimnya pembeli.
Kondisi ini dirasakan langsung oleh salah satu pedagang kembang api yang kerap di panggil Ucok. Ia mengatakan bahwa antusiasme masyarakat untuk membeli kembang api menurun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Biasanya menjelang pergantian tahun, masyarakat sudah ramai memburu kembang api untuk persiapan perayaan. Tapi hingga saat ini, belum ada peningkatan penjualan," ujar Ucok saat diwawancarai, Minggu (28/12/2025).
Berdasarkan pantauan di lapangan, penurunan minat pembeli ini juga berdampak pada jumlah pedagang yang menggelar lapak. Aditya, pedagang kembang api lainnya, mengungkapkan bahwa jumlah pedagang kembang api di kawasan tersebut juga turut berkurang.
"Biasanya ada cukup banyak pedagang yang berjajar di sini. Ini sudah beberapa hari buka, tapi paling hanya ada lima pedagang yang terlihat bertahan," ujar Aditya.
Aditya menyampaikan penurunan jumlah pembeli ini berkaitan dengan kebijakan Pemerintah Kota Medan yang membatasi perayaan berlebihan sebagai bentuk empati terhadap bencana alam yang melanda sejumlah daerah.
Di satu sisi, ia memahami langkah tersebut sebagai bentuk kepedulian sosial, namun di sisi lain, kebijakan ini menjadi dilema bagi pedagang kecil yang menggantungkan pendapatan tahunan pada momen singkat ini.