POSMETRO MEDAN, Medan -Menjelang pergantian tahun, stabilitas harga pangan di Kota Medan mulai terguncang. Harga daging ayam potong di Pasar Petisah, Jalan Rotan, mencatat kenaikan signifikan hingga menyentuh angka Rp40.000 per kilogram.
Harulina (47), seorang pedagang di Pasar Petisah mengungkapkan, bahwa kenaikan ini terjadi secara bertahap sejak menjelang Natal dan bertahan hingga memasuki sehari Tahun Baru, Selasa (30/12/2025) hari ini.
Kondisi ini juga berdampak langsung pada daya beli masyarakat yang menurun drastis.
"Biasanya pembeli bisa membeli dua kilogram, tapi sekarang mereka terpaksa membatasi hanya satu setengah kilogram saja," ujar Harulina saat diwawancarai, Selasa (30/12/2025).
Bagi para pedagang, lonjakan harga ini bukanlah sebuah keuntungan, melainkan beban. Kenaikan harga justru menggerus omzet akibat penurunan volume penjualan.
Konsumen kini cenderung memangkas jumlah pembelian ayam demi memastikan kebutuhan pokok lainnya tetap terpenuhi.
Dampak kenaikan ini juga memukul sektor kuliner. Lisna, seorang pedagang ayam penyet di kawasan tersebut, terpaksa mengambil keputusan dengan menutup sementara usahanya.
Kalkulasi biaya produksi yang melonjak tidak lagi seimbang dengan harga jual ke konsumen. Meskipun harga bahan pendukung seperti cabai masih stabil, tingginya harga bahan baku utama membuat margin keuntungan hilang total.
"Tutup dulu sementara. Harga daging ayam sudah terlalu mahal, sampai Rp40.000 per kilogram. Kalau cabai masih murah, tapi ayamnya yang tidak sanggup," keluh Lisna.
Kondisi ini membuat masyarakat dan para pelaku usaha kecil lainnya berharap Pemerintah Kota Medan agar tidak tinggal diam melihat fluktuasi harga yang tidak stabil di penghujung tahun.