POSMETRO MEDAN,Medan - Polrestabes Medan menunjukkan taringnya dalam upaya pemberantasan kejahatan sepanjang tahun 2025. Tidak hanya mencatat penurunan jumlah laporan, korps berseragam cokelat ini berhasil meningkatkan kualitas penyelesaian perkara secara signifikan.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengungkapkan bahwa penyelesaian kasus secara umum naik sebesar 11 persen dibandingkan tahun lalu. Secara kuantitatif, jumlah tersangka yang diamankan melonjak hingga 36 persen.
"Hampir 1.300 tersangka telah kami amankan sepanjang 2025. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Jean Calvijn, dalam Rilis Akhir Tahun di Mapolrestabes Medan, Rabu (31/12/2025).
Sektor pemberantasan narkotika menjadi catatan merah sekaligus keberhasilan utama. Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polrestabes Medan melaporkan penyitaan barang bukti jenis sabu (metamfetamin) yang melonjak drastis hingga 45 persen.
Tercatat, lebih dari 221 kilogram sabu berhasil disita dari berbagai jaringan selama satu tahun terakhir. Selain sabu, polisi juga menyita sejumlah besar ganja, ekstasi, hingga pil Happy Five.
"Peningkatan 45 persen ini menunjukkan bahwa peredaran masih masif, namun sekaligus menandakan intensitas penindakan kita tidak kendur," tegas Jean.
Salah satu pencapaian paling krusial dalam kepemimpinan Jean Calvijn adalah penindakan tegas di kawasan Jermal (Jermal 15, Jermal 7, dan Jermal 12). Kawasan ini selama puluhan tahun dikenal sebagai "zona merah" yang menjadi basis kuat kartel narkoba dan perjudian di pinggiran Kota Medan.
Jean mengakui bahwa kawasan Jermal adalah pekerjaan rumah (PR) besar yang telah mendarah daging. Sejarah mencatat, petugas kepolisian kerap mendapat perlawanan sengit saat masuk ke wilayah tersebut—mulai dari aksi pelemparan, penyekapan petugas, hingga upaya paksa pembebasan tersangka.
"Dulu, oknum di sana berani melawan petugas. Bahkan, kita ingat ada personel kepolisian yang gugur di lokasi ini. Tapi tahun ini, saya buktikan tidak boleh ada yang berada di atas hukum," kata Jean Calvijn dengan nada bicara yang tegas.
Sebagai bukti keseriusan, hanya dalam waktu tujuh hari, Polrestabes Medan melakukan lima kali penggerebekan besar-besaran. Barak-barak narkoba dan lokasi perjudian yang selama ini dianggap tak tersentuh, kini diratakan.