POSMETRO MEDAN,Medan– Puluhan karyawan PT Wijaya Karya Gedung (WIKA Gedung) yang bekerja di proyek strategis Stadion Teladan Medan menggeruduk kantor PT WIKA Gedung pada Kamis malam (22/1/2026) sekitar pukul 22.30 WIB.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas gaji yang belum dibayarkan selama satu bulan setengah.
Aksi ini bukan kali pertama terjadi. Para pekerja mengungkapkan, kasus serupa juga pernah terjadi pada tahun 2025, namun hingga kini kembali terulang tanpa penyelesaian tuntas.
Salah seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan Posmetro Medan mengaku kecewa dan lelah dengan janji manajemen.
"Sudah satu bulan setengah gaji kami belum dibayarkan, Bang. Janji-janji terus. Katanya minggu depan, minggu depan. Kalau mereka ingkar lagi, kami datang lagi," ujarnya dengan nada kesal.
Menurut para pekerja, keterlambatan pembayaran upah sangat berdampak pada kehidupan mereka dan keluarga, terlebih proyek Stadion Teladan disebut sebagai proyek strategis Kota Medan yang seharusnya dikelola secara profesional.
Ironisnya, upaya konfirmasi wartawan Posmetro Medan kepada pihak perusahaan justru menemui jalan buntu. Humas PT WIKA Gedung yang dihubungi melalui pesan WhatsApp memilih memblokir nomor wartawan, alih-alih memberikan klarifikasi atau penjelasan resmi.
Sikap tertutup tersebut dinilai semakin memperburuk citra perusahaan pelat merah sekaligus mencederai kepercayaan publik terhadap pengelolaan proyek strategis daerah.
Hingga berita ini diturunkan, PT WIKA Gedung belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan para pekerja maupun alasan keterlambatan pembayaran gaji.
Publik kini menanti langkah tegas dari pihak terkait, termasuk Pemerintah Kota Medan, agar hak-hak pekerja tidak terus dikorbankan di balik megahnya proyek pembangunan.(REZ)