POSMETRO MEDAN, Medan-Ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sumatera Utara, Muhammad Yusril Mahendra, memberikan tanggapan terhadap capaian 100 hari kerja Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Medan.
Menurut Yusril, dalam kurun waktu 100 hari kerja tersebut, Polrestabes Medan menunjukkan adanya komitmen dan keseriusan dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian, khususnya dalam penanganan kriminalitas jalanan, respon cepat terhadap laporan masyarakat, serta upaya membangun pendekatan yang lebih humanis kepada warga.
"Kami memandang bahwa dalam 100 hari kerja Kapolrestabes Medan, telah terlihat adanya upaya nyata untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Hal ini tercermin dari meningkatnya respons cepat aparat terhadap laporan masyarakat serta pendekatan yang lebih terbuka dan humanis," ujar Yusril.
Ia menilai, langkah-langkah tersebut menjadi sinyal positif di tengah masih adanya kekhawatiran publik terhadap persoalan keamanan dan penegakan hukum di Kota Medan yang selama ini dikenal memiliki tingkat kriminalitas cukup tinggi.
Lebih lanjut, Yusril menegaskan bahwa capaian awal ini dapat menjadi modal penting bagi Polrestabes Medan untuk melanjutkan agenda reformasi internal kepolisian, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, profesionalisme personel, serta akuntabilitas dalam setiap proses penegakan hukum.
"Seratus hari kerja tentu belum cukup untuk menilai secara menyeluruh kinerja seorang Kapolrestabes. Namun, apa yang telah dicapai sejauh ini patut dicatat sebagai langkah awal yang positif dan harus dijadikan fondasi untuk kerja-kerja yang lebih substansial ke depan," katanya.
Meski demikian, Badko HMI Sumut mengingatkan agar berbagai capaian tersebut tidak berhenti pada simbolik dan seremonial semata. Menurut Yusril, tantangan terbesar kepolisian ke depan adalah memastikan bahwa perubahan yang dilakukan benar-benar dirasakan oleh masyarakat hingga ke lapisan paling bawah.
"Kami menegaskan bahwa keberhasilan kepolisian tidak cukup diukur dari angka atau pencitraan semata, melainkan dari sejauh mana rasa keadilan, rasa aman, dan kepercayaan itu benar-benar dirasakan oleh masyarakat kecil," tegasnya.
Yusril juga menyoroti pentingnya peningkatan profesionalisme dan transparansi dalam setiap penanganan perkara hukum. Ia menekankan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara adil, objektif, dan tidak tebang pilih, agar tidak menimbulkan kekecewaan dan ketidakpercayaan publik.
"Prinsip keadilan harus menjadi roh dalam setiap tindakan penegakan hukum. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, namun tumpul ke atas. Ini yang terus kami ingatkan," ujarnya.