POSMETRO MEDAN,Medan - Banjir hebat yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera Utara (Sumut) pada akhir tahun 2025 silam berdampak langsung terhadap petani padi.
Akibat banjir hebat tersebut, sedikitnya 33.115 hektar tanaman padi di daerah ini dilaporkan rusak parah, hingga petani gagal panen.
Untuk menggairahkan petani padi, Dinas Ketapang Sumut tidak tinggal diam. Dalam upaya memulihkan dampak psikologis petani, Dinas Ketapang Sumut sudah menyalurkan 827.875 Kg benih padi secara gratis.
Plt Kepala Dinas Ketapang TPH Provsu H Timur Tumanggor, S Sos. M AP lewat Mugiono, SP, PL Kabid Pangan (foto) saat ditemui POSMETRO MEDAN pada Selasa 2 Februari 2026 mengakui untuk memulihkan petani yang terdampak banjir hingga mengakibatkan gagal panen tersebut pihaknya sudah bikin terobosan.
Untuk membantu para petani dimaksud, urai Mugiono, pihaknya sudah menyalurkan 827.875 Kg benih padi dari pelbagai varietas seperti Inpari 32, Ciherang dan Mekongga.
Benih padi itu, jelas Mugiono lagi, disalurkan berbagai daerah.
Harapannya, benih padi yang sudah disalurkan bisa memenuhi kebutuhan petani saat memasuki musim tanam (MT).
Diakui pula, benih padi 827.875 Kg itu ditanami di atas areal 33.115 hektar yang tersebar di wilayah yang terdampak secara langsung.
Benih padi setara 827,8 ton tersebut disebarluaskan ke kabupaten kota di Sumut meliputi Tapanuli Tengah (Tapteng), Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan, Langkat, Tapanuli Utara, Tebingtinggi, Simalungun, Asahan, Deliserdang, Batubara, Mandailing Natal (Madina), dan Kota Medan.
Mugiono melanjutkan, bantuan benih padi itu bersumber dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) tahun 2026.(dpt)