Humanis dan Edukatif, Operasi Keselamatan Toba 2026 Jangkau Ribuan Pengguna Jalan di Sumut

Salamuddin Tandang - Jumat, 06 Februari 2026 10:24 WIB
Ist
Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut secara masif menggelar kegiatan pendidikan masyarakat (Dikmas) lalu lintas.

POSMETRO MEDAN,MEDAN – Polda Sumut mengedepankan pendekatan humanis, edukatif, dan preventif dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang telah berlangsung selama empat hari sejak 2 Februari 2026. Berbagai kegiatan difokuskan pada peningkatan kesadaran masyarakat demi mewujudkan keselamatan berlalu lintas yang berkelanjutan.

Selama empat hari pelaksanaan, jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut secara masif menggelar kegiatan pendidikan masyarakat (Dikmas) lalu lintas. Tercatat sebanyak 6.446 kegiatan edukasi telah dilakukan, mulai dari penyuluhan tertib berlalu lintas di ruang publik, kampus, sekolah, perkantoran hingga terminal, sosialisasi keselamatan berkendara, kampanye safety riding dan safety driving, hingga penyebaran brosur, leaflet, dan konten edukasi melalui media elektronik, cetak, serta media sosial.

Selain itu, program Police Goes to School dan pembinaan komunitas lalu lintas serta sopir angkutan turut digencarkan sebagai bagian dari upaya membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini.

Pendekatan preventif juga diperkuat melalui kehadiran personel di lapangan. Selama empat hari, tercatat 1.666 kegiatan preventif terhadap pengguna jalan, termasuk pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli di jam-jam rawan, serta penempatan personel di titik rawan kecelakaan (black spot) dan pelanggaran (trouble spot).

Tak hanya menyasar pengguna jalan, Operasi Keselamatan Toba 2026 juga menaruh perhatian besar pada keselamatan kendaraan dan angkutan umum.

Sebanyak 71 kegiatan preventif terhadap kendaraan telah dilakukan, di antaranya ramp check angkutan umum, pemeriksaan visual kendaraan di jalur rawan kecelakaan, serta coaching clinic kepada PO bus bekerja sama dengan instansi terkait. Kegiatan ini bertujuan memastikan kendaraan laik jalan dan pengemudi dalam kondisi prima sebelum beroperasi melayani masyarakat.

Di sisi lain, upaya menciptakan lalu lintas yang aman dan lancar turut dilakukan melalui 190 kegiatan preventif terhadap jalan dan lingkungan, meliputi pemetaan daerah rawan kecelakaan dan kemacetan, koordinasi lintas instansi, penyiapan jalur alternatif, rekayasa lalu lintas, serta pemasangan tanda dan peringatan dini kepada pengguna jalan.

Dalam aspek penegakan hukum, kepolisian tetap mengedepankan prinsip persuasif dan berkeadilan. Dari hasil penindakan selama empat hari, mayoritas berupa teguran simpatik kepada pelanggar, yakni sebanyak 3.572 teguran, sebagai bentuk edukasi langsung di lapangan. Sementara itu, penindakan melalui ETLE tercatat 831 pelanggaran, dan non-ETLE sebanyak 338 pelanggaran, dengan total penindakan mencapai 4.746 kasus.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Toba 2026 tidak semata-mata berorientasi pada penindakan, melainkan lebih menitikberatkan pada upaya pencegahan dan pendekatan humanis kepada masyarakat.

"Operasi Keselamatan Toba 2026 kami laksanakan dengan mengedepankan edukasi, imbauan, serta pendekatan yang humanis. Ramp check, penyuluhan, dan kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk kepedulian Polri agar masyarakat dapat berkendara dengan aman, selamat, dan tertib," ujar Kombes Pol Ferry Walintukan.



Tag:

Berita Terkait

Medan

Sehari, Polda Sumut Ungkap 23 Kasus Narkoba dan Amankan 26 Tersangka

Medan

Polrestabes Medan Gerebek Kandang Unggas di Pemukiman Padat Disulap Jadi Sarang Narkoba

Medan

Curi Seng hingga Sepeda Lipat Milik IRT di Medan Deli, Pria 38 Tahun Dibekuk Polisi

Medan

Dinilai Tidak Profesional, Kasi Penkum Kejati Sumut Dilaporkan ke Jaksa Agung

Medan

Gubernur Bobby Nasution Promosikan Sumut ke Dubes Australia sebagai Gerbang Investasi Indonesia Barat

Medan

Potret Suram SMPN 2 Satap Aek Kuo, Toilet Tanpa Pintu dan Dugaan Penguapan Dana BOS