POSMETROMEDAN, Medan -Pemerintah Kota (Pemko) Medan resmi membuka gelaran Pasar Murah menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H. Peresmian yang dilakukan langsung oleh Walikota Medan pada Kamis (11/2/2026) di Kecamatan Medan Labuhan ini menjadi angin segar bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pokok nasional.
Namun, di balik seremonial tersebut, sorotan tajam datang dari elemen masyarakat sipil. Ketua Relawan RANZ Kota Meda Ibrahim, memberikan peringatan keras agar program tahunan ini tidak menjadi "ladang perburuan" bagi para spekulan dan oknum yang mencari keuntungan pribadi.
Kritik Tajam: Jangan Biarkan "Orang Berduit" Rampas Hak Rakyat Kecil
Berbicara dalam konferensi pers di De Empat Belas Coffee, Jumat (13/2/2026), Ibrahim menegaskan bahwa pengawasan di lapangan seringkali menjadi titik lemah yang dimanfaatkan oleh oknum tertentu.
"Kami mengimbau dan mengingatkan dengan sangat keras: Pasar Murah ini adalah hak masyarakat berpenghasilan rendah. Jangan sampai ada lagi oknum-oknum atau pihak 'berduit' yang memborong stok dalam jumlah besar, sehingga saat masyarakat kecil datang, barang sudah langka atau habis," tegas Ibrahim.
Ia menambahkan bahwa praktik "borong habis" oleh pihak-pihak yang secara ekonomi mampu adalah bentuk pengkhianatan terhadap tujuan subsidi pemerintah. Ibrahim meminta petugas di lapangan bertindak tegas dan tidak tebang pilih dalam menjalankan prosedur operasional standar (SOP) distribusi.
Menagih Janji Ketegasan Walikota