POSMETROMEDAN, Labuhanbatu — Seorang pria berinisial Gito, yang disebut-sebut sebagai bagian dari jaringan peredaran sabu di wilayah Panai Hulu, bikin geger warga beberapa hari lalu. Pasalnya, meski sudah diborgol saat hendak diamankan aparat Polsek Panai Tengah, pelaku justru nekad melarikan diri. Hingga kini, keberadaannya diduga masih berkeliaran bebas. Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera. Jumat, (13/2/2026).
Kanit Rajagukguk menyebutkan, upaya penangkapan dilakukan setelah laporan warga soal aktivitas transaksi narkoba yang kian meresahkan. Namun, di tengah proses pengamanan, Gito berhasil kabur dengan kondisi tangan masih terborgol bisa putus.
Kapolsek Panai Tengah, AKP Amlan, S.H, M.H, menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi Minggu, (8/2/2/2026) sekira pukul 18.00 wib.
"Setelah memperoleh dan mengamankan barang bukti, maka SARJONO Alias JONO dan GITOK dilakukan pemborgolan dengan cara digandeng kedua tangan pelaku, dan ketika akan dibawa ke mobil tiba-tiba SARJONO Als JONO dan GITOK berusaha melarikan diri, sehingga dilakukan pengejaran, dan terhadap SARJONO Als JONO berhasil ditangkap sedangkan GITOK berhasil melarikan diri (borgol dlm kondisi terputus) dan personel tetap melakukan pengejaran terhadap GITOK namun sampai dengan saat ini belum berhasil ditemukan.
AKP Amlan mengatakan, "Kami menindaklanjuti informasi masyarakat dan tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkoba di Panai Hulu," tegasnya.
Ditegaskan, "Saya tidak main - main dengan yang namanya narkoba. Saya juga tidak akan memberi ruang kepada penyalahgunaan narkoba, siapapun itu akan saya tindak." Katanya.
Peristiwa ini langsung memicu amarah publik dan tanda tanya besar soal kelalaian prosedur pengamanan.
"Ini bukan cuma kecolongan biasa. Pelaku sudah diborgol tapi bisa kabur, apalagi borgol bisa putus. Kami khawatir dia balik lagi beraksi," ujar salah satu warga Panai Hulu dengan nada geram.
Warga menilai kejadian ini mencoreng komitmen penegakan hukum dalam pemberantasan narkoba di daerah Panai Hulu Labuhanbatu yang selama ini disebut-sebut sebagai salah satu titik rawan peredaran sabu.
Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (GANN) Labuhanbatu, Agus Kusdarwanto meminta Kapolres Labuhanbatu,