POSMETRO MEDAN,Medan – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Utara mencatat pencapaian signifikan dalam menekan angka kecelakaan di jalan raya.
Selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang berlangsung pada 2 hingga 15 Februari, angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas turun drastis hingga 45,2 persen.
Dirlantas Polda Sumut, Kombes Pol Firman Darmansyah S.I.K., menegaskan bahwa penurunan ini merupakan hasil dari pergeseran strategi kepolisian yang kini lebih mengedepankan pendekatan humanis dan edukasi digital dibandingkan penilangan konvensional.
"Kami tidak hanya bicara soal angka, tapi soal nyawa yang berhasil diselamatkan. Penurunan angka kematian sebesar 45,2 persen ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai merespons positif edukasi yang kami berikan secara langsung maupun media sosial," ujar Kombes Pol Firman Darmansyah S.I.K., Senin, (16/2/2026).
Keberhasilan ini didukung oleh masifnya kegiatan di lapangan. Tercatat, polisi melakukan 893 penyuluhan ke sekolah dan lebih dari 1.200 sosialisasi keselamatan.
Tak hanya di jalan raya, polisi juga "mengepung" ruang digital dengan menyebarkan ribuan konten edukasi melalui Instagram, Facebook, hingga TikTok untuk menjangkau pengendara muda.
Secara keseluruhan, jumlah kejadian kecelakaan (Laka Lantas) di Sumatera Utara mengalami penurunan sebesar 15,2 persen. Begitu juga dengan angka luka ringan yang turun 8,9 persen.
Namun, Ditlantas memberikan catatan khusus pada angka luka berat yang justru mengalami kenaikan sebesar 30 persen. Hal ini memicu kepolisian untuk memperketat patroli di titik-titik rawan kecelakaan atau black spot.
Dalam hal penindakan, Operasi Keselamatan Toba 2026 lebih banyak memberikan teguran simpatik kepada 38.400 pengendara. Sementara itu, pelanggaran berat tetap dipantau melalui teknologi ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement), dengan rincian 1.061 pelanggar terekam kamera statis dan 1.335 melalui ETLE mobile.
Sebagai langkah keberlanjutan, Ditlantas Polda Sumut terus memperkuat koordinasi dengan pihak terkait. Mulai dari inspeksi keselamatan (ramp check) armada bus umum dan pariwisata, hingga penempatan personel di perlintasan kereta api yang tidak memiliki palang pintu guna mencegah kecelakaan fatal di masa mendatang.(RED/KIF)