POSMETRO MEDAN,Medan – Pelaksanaan Ramadan Fair 2026 yang digelar Pemerintah Kota Medan menuai sorotan. Amatan wartawan di lokasi, Sabtu (28/02/2026), menemukan sejumlah kejanggalan yang dinilai mencerminkan lemahnya persiapan panitia, meski kegiatan ini disebut-sebut menggunakan anggaran sekitar Rp 2,8 miliar.
Sejumlah persoalan terlihat mulai dari dugaan praktik jual beli stan, fasilitas yang tidak memadai, hingga kebersihan lingkungan yang memprihatinkan.
Beberapa pelaku UMKM mengaku bahwa stan yang seharusnya menjadi wadah pemberdayaan justru diperjualbelikan dengan harga bervariasi, mulai dari Rp2.500.000 hingga Rp3.000.000. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait mekanisme distribusi stan dan transparansi pengelolaannya.
Jika benar terjadi, praktik tersebut dinilai mencederai semangat Ramadan Fair sebagai ajang pembinaan dan promosi usaha kecil menengah.
Selain itu, kondisi di area utama UMKM juga dikeluhkan pengunjung. Minimnya sirkulasi udara dan banyaknya kipas angin yang tidak berfungsi membuat suasana di dalam tenda terasa panas dan pengap.
Salah seorang pengunjung, Ita, mengaku tidak nyaman saat berada di lokasi. "Area utama UMKM ini panas sekali, penataannya semrawut. Abang lihatlah, berkeringat kali kami makan di sini," ujarnya.
Penataan stan yang dinilai kurang rapi juga membuat arus pengunjung terhambat, terutama saat jam ramai menjelang berbuka puasa.
Parkir Dipatok hingga Rp5.000
Persoalan lain muncul dari tarif parkir yang disebut-sebut dipatok antara Rp3.000 hingga Rp5.000. Sejumlah pengunjung mempertanyakan standar tarif tersebut dan meminta adanya kejelasan resmi dari pihak penyelenggara maupun Dinas Perhubungan.
Ketiadaan papan informasi tarif parkir di beberapa titik juga memicu kebingungan dan keluhan masyarakat.