POSMETRO MEDAN, Medan- Lemang tapai menjadi salah satu hidangan tradisional yang kerap hadir saat bulan suci Ramadan, khususnya sebagai menu berbuka puasa.
Perpaduan lemang yang gurih dengan tapai ketan hitam atau putih yang manis-asam menciptakan cita rasa khas yang menggugah selera.
Tak heran, makanan ini masih diminati dan mudah dijumpai di berbagai daerah di Sumatra dan Kalimantan.
Lemang sendiri terbuat dari beras ketan yang dimasak dengan santan di dalam bambu dan dilapisi daun pisang. Proses memasaknya yang dibakar perlahan menghasilkan aroma harum serta tekstur lembut.
Sementara tapai merupakan hasil fermentasi ketan yang memberikan sensasi manis alami, sehingga sangat cocok disantap setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Untuk membuat lemang tapai di rumah, bahan yang dibutuhkan cukup sederhana. Bahan utama lemang meliputi beras ketan, santan kelapa, daun pisang, bambu, dan sedikit garam.
Sedangkan untuk tapai, diperlukan beras ketan dan ragi tapai. Meski membutuhkan waktu, proses pembuatannya tergolong mudah jika dilakukan dengan telaten.
Langkah pertama adalah membuat lemang. Beras ketan dicuci bersih lalu direndam selama beberapa jam. Setelah itu, ketan dicampur dengan santan dan garam secukupnya.
Campuran tersebut dimasukkan ke dalam bambu yang telah dilapisi daun pisang, kemudian dibakar sambil diputar secara perlahan hingga matang merata dan santan terserap sempurna.
Sementara itu, tapai dibuat dengan cara mengukus beras ketan hingga matang, lalu didinginkan. Setelah dingin, ketan ditaburi ragi secara merata dan disimpan dalam wadah tertutup selama dua hingga tiga hari hingga terjadi proses fermentasi. Hasilnya adalah tapai dengan rasa manis dan aroma khas.