POSMETRO MEDAN, Medan– Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumatra Utara berbagi kebahagiaan dengan anak yatim pada Ramadan 1447 H melalui program Ramadan Berbagi Bersama (RBB).
Program ini merupakan kegiatan rutin yang digelar FJPI Sumut setiap Ramadan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, khususnya mereka yang membutuhkan.
Ketua FJPI Sumut, Khairunnisak Lubis, mengatakan kegiatan FJPI Berbagi tahun ini mengusung tema "Tebarkan Kebaikan, Tularkan Virus Bahagia." Tema tersebut dipilih karena FJPI meyakini berbagi merupakan salah satu cara menyebarkan kebahagiaan kepada sesama.
"Tema ini mengingatkan kita bahwa kebahagiaan yang kita bagikan akan kembali kepada kita berkali-kali lipat. Mari jadikan momen ini sebagai kesempatan memperkuat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan kepedulian sosial," katanya pada kegiatan FJPI Sumut Berbagi di Cafe Serayu & Space, Jalan Sei Serayu, Medan, Minggu (8/3/2026).
Perempuan yang akrab disapa Nisa ini menuturkan semua pihak memiliki peran penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih peduli dan gemar berbagi. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam kegiatan tersebut.
"Semoga kegiatan ini membawa kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan menjadi amal jariyah bagi kita semua. Semoga Allah SWT menerima amal baik kita dan memberikan keberkahan di bulan Ramadan ini," ujarnya.
Ketua Panitia FJPI Sumut Berbagi, Agustina, menambahkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 261 disebutkan bahwa orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah diibaratkan seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, dan pada setiap tangkai terdapat seratus biji.
"Artinya, satu kebaikan yang kita tanam hari ini bisa tumbuh menjadi ratusan bahkan ribuan kebaikan di masa depan. Karena itu, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para donatur dan seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari kebaikan hari ini," ujarnya.
Menurut Agustina, kegiatan berbagi bagi sebagian orang mungkin terlihat sederhana. Namun bagi anak-anak yatim, perhatian dan kepedulian tersebut memberi makna besar karena membuat mereka merasa tidak sendiri.
"Sering kali kebahagiaan terbesar bukan datang dari apa yang kita miliki, melainkan dari apa yang kita berikan," katanya.