Bahagia Menjadi Wadah Mengalirnya Keberkahan

Administrator - Sabtu, 14 Maret 2026 12:16 WIB
Tim
Zulkifli Tanjung (kiri) saat membagi-bagikan paket untuk warga di Kompleks Masjid Taqwa Muhammadiyah, Jalan Sempurna, Medan, pada Jumat, 13 Maret 2026

POSMETRO MEDAN--Berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan bagi Zulkifli Tanjung bukan sekadar kegiatan sosial. Itu sudah menjadi kegemaran yang memberinya kepuasan batin tersendiri. Setiap kali dapat membantu orang lain, ada rasa lega dan bahagia yang sulit dijelaskan.

Barangkali, kebiasaan itu berakar dari masa lalunya. Zulkifli pernah hidup di tepi jurang kemiskinan. Demi membantu keluarga, ia bahkan pernah menarik becak dayung. Betisnya yang mungil harus berkelahi dengan beban berat di jalanan yang kadang menanjak.

Pengalaman itulah yang membuatnya memahami betul bagaimana rasanya berada dalam belitan keterbatasan ekonomi.

"Ironisnya, setidaknya ini pengalaman pribadi saya, perihnya kemiskinan justru semakin terasa pada momen-momen Ramadhan dan Idul Fitri," kenangnya.

Menurutnya, justru di bulan Ramadhan dan Idul Fitri ia sering melihat tetangga dan orang-orang di sekitar dapat membeli atau masak makanan enak, baju baru, membeli perabot atau mengecat rumah menjelang Lebaran. Sementara keluarganya masih harus berjuang keras hanya untuk memastikan ada sesuatu yang bisa dimakan.

Pengalaman masa lalu itu meninggalkan kesan mendalam, bukan menjadi dendam tetapi justru memperkuat hasrat untuk berbagi. Karena itulah, bulan puasa menjelang Hari Raya Idul Fitri selalu menjadi momen favoritnya untuk menunjukkan kepedulian. Ia juga memiliki prinsip untuk lebih dulu membantu orang-orang yang tinggal di sekitar lingkungan rumah orang tuanya dahulu.

Kebiasaan itu telah ia jalani selama dua puluh tahun terakhir. Setiap menjelang Idul Fitri, Zulkifli berusaha menyisihkan rezeki untuk membantu warga sekitar.

Meski demikian, keadaan ekonominya yang kini jauh lebih baik dibanding masa mudanya tidak selalu membuatnya berada dalam posisi siap untuk berbagi dalam jumlah besar. Bang Zul—demikian ia akrab disapa—tetap menghadapi pasang surut kehidupan.

Hal itu pula yang ia rasakan pada Ramadhan tahun ini. Ia menyadari banyak orang diam-diam berharap akan kembali menerima bingkisan Lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun di sisi lain, kondisi keuangannya sendiri tidak sedang dalam keadaan terbaik.

Meski begitu, ia percaya niat baik selalu menemukan jalannya.


Editor
: Indrawan

Tag:

Berita Terkait

Medan

Aksi Nyata di Bawah Rintik Hujan, Posmetro Medan Bagikan Makan Siang Gratis di Lapangan Merdeka

Medan

Ketua MKGR Medan Apresiasi Kapolda Sumut Tangani Kerusuhan Pasca Demo di DPRD Sumut

Medan

Pengurus MKGR Sumut Bantah Klaim M Ihsan Kurnia yang Mengaku Ketua MKGR Medan